Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OKE, MARI BERCERAI

OKE, MARI BERCERAI

Sedikitpun tidak bisa Rindu miliki. "Aku harus gimana, Ma?" isak Rindu sembari memegangi jemari mamanya. "Aku harus gimana?" tangisnya pecah. "Mas Gibran sama sekali enggak peduli sama aku, Ma ...." Padahal aku lagi hamil. Aku capek, Ma. Aku capek ...."
10113.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

Terpaksa Menikah dengan Paman Mantan

****** Hanya petikan kata untuk para ibu. Dear Ibu, apa kabar? Kerinduan itu memuncak lagi, lewat berbagai mimpi. Pada yang telah memberi kasih sayang, yang tak pernah menampakkan kelelahan, yang selalu menungguku menyiapkan berbagai makanan. Kadang sampai terlelap, masih dengan bola mata terkantuk-kantuk menunggu kedatangan ku pulang ke rumah karena kegiatan.
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
ISTRIKU JARANG KE LUAR KAMAR SAAT KELUARGAKU DATANG

ISTRIKU JARANG KE LUAR KAMAR SAAT KELUARGAKU DATANG

Ayah terkejut menatapku, ia seperti mengelap sudut matanya. Apakah Ayah menangis pikirku? "Ayah rindu ya sama Ibu," ucapku lalu duduk di depannya. "Kalo boleh jujur, Ayah rindu sekali dengan ibumu. Rasa-rasanya Ibumu masih hadir di sini, menemani kita dalam suka maupun duka. Ayah selalu berharap agar ibumu mampir ke dalam mimpi Ayah, walau itu hanya beberapa detik atau mungkin tak akan terjadi. Sungguh, rindu ini benar-benar nyiksa Ayah, Nak," ucap Ayah yang baru kali ini aku bisa mendengar suara tulus dari hati terdalam Ayah.
1020.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 573 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Istri CEO

Pembalasan Dendam Istri CEO

Aku pun lekas berdiri dan menjinjing tas sekolahnya Rindu dan juga tas bekal Rindu. "Terima kasih om ganteng. Sudah mau jadi papanya Rindu. Rindu begitu ingin punya papa seperti teman-teman Rindu yang lain. Rindu pengen punya papa yang perhatian sama Rindu, beliin Rindu es krim, ajak Rindu jalan-jalan, dan juga temanin Rindu kemana pun Rindu pergi. Rindu juga pengen om ganteng hapus air mata mama setiap mama mengingat tentang papanya Rindu yang sudah tidak ada. Om ganteng tolong sayang juga sama mamanya Rindu. Soalnya Rindu sayaaang banget sama mama. Terima kasih Bu Guru sudah izinin Rindu untuk baca puisi tentang keinginan Rindu." Rindu pun menutup puisi ungkapan hatinya itu. Sejenak aku te
1017.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 619 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Mataku berkedut pelan, memanas, terasa buram lalu detik berikutnya menumpahkan aliran yang tak mampu lagi tertahan. Ibu menenggelamkanku pada pelukannya, membisikkan kata-kata yang tak terlalu jelas terdengar telinga. Dada Ibu bergetar, rentetan kata terhenti berganti tangis tertahan yang membuat jantungnya berdetak sangat kencang. "Rinda mau nyari Mas Ichsan, Buuu ... Rinda mau cari Mas Ichsan, Buuu." *** __________________
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

Collin memeluk Clarise erat-erat sambil berujar dengan lembut, “Untung aku ketemu sama kamu. Kita juga akan segera punya anak.” Aku tersenyum sambil menyembunyikan air mataku. Aku tidak ingin lanjut melihat mereka memamerkan kemesraan lagi dan berbalik untuk pergi. Namun, Collin malah mencengkeram lenganku dan melarangku pergi. “Memangnya nggak ada yang mau kamu katakan padaku?” Aku baru saja menerima pengobatan. Luka bekas tusukan jarum di tanganku terasa sangat nyeri akibat cengkeraman Collin. Aku pun berkeringat dingin dan secara tidak sadar meronta.
29.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 986 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Jodoh Terbaik Sang Dokter

Jodoh Terbaik Sang Dokter

Seperti halnya harapan ibuku dalam setiap sujud-sujud panjangnya semasa dulu, ketika aku menuntut ilmu. Hingga tiba-tiba ... bayangan sosok ibu semakin memenuhi ceruk memoriku. Nyanyian rindu kian menyergap sanubari ini. Membuatku sepi. Semakin sepi dalam kesendirian. Ibu ... Saina rindu pelukanmu. Saina rindu akan belai kasih sayangmu. Saina rindu tutur katamu yang lembut. Saina rindu kehadiranmu di setiap langkah-langkah hidupku. Saina rindu semua yang ada padamu, Ibu.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun membalas memeluk Mama Ayu. "Kemana saja kamu nak? Kamu tahu ibu-mu sangat merindukanmu," kata Mama Ayu sambil melepas pelukannya. "Ibu ... Dimana ibu sekarang?" Kenzo bertanya tentang ibunya pada Mama Ayu. Jelas ia sangat merindukan ibunya, tapi ia juga sangat membenci ibunya itu. Selama Kenzo dipisahkan dari ibunya, bahkan sedetik-pun Ibu Kenzo tidaknpernah datang untuk melihat keadaan anaknya itu.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Cowok Culun

Terjebak Cinta Cowok Culun

Hatinya pedih, teramat dalam hingga ia sulit melupakan semua kenangan yang diberikan sosok di foto itu. "Ibu" ucapnya lirih, "aku rindu ibu, ibu pasti sudah makan di sana kan? Ibu sudah minum? Ibu pasti juga sudah tidur kan?," lirihnya, seakan wajah di foto itu akan bangun dan menjawab satu persatu pertanyaannya. "Ayah juga rindu sama ibu, banget malahan."
9.331.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
KEMBALILAH SUAMIKU

KEMBALILAH SUAMIKU

Aku masih setia duduk, bercerita seorang diri layaknya orang yang sedang kehilangan akal, menunggu senja datang dengan ocehan sambil terkadang disiringi senyum. Aku begitu merindukan ibu, rindu yang tak akan pernah bisa terobati rindu yang tak akan pernah bisa bilang, rindu hanya pertemuan lah yang mengobatinya. Cahaya orange senja mulai memeluk malam, aku beranjak berpamitan kepada nisan ibu, mengatakan aku akan datang kembali esok. Berjalan seorang diri, sesekali menendang batu kerikil. Menghela nafas berat, harusnya hari ini aku berfoto ria bersama ibu, melukis senyum di sebuah gambar diri.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 210 kali sebagai puisi rindu ibu singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status