Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tiga Wanita Jagoan

Tiga Wanita Jagoan

Maka Bi Laila harus menjumpai mereka agar masalah terselesaikan. Matahari terlihat bergerak pelan menuju peraduannya, ditemani sendykala berwarna ungu dan semburat orange terlihat seperti goresan tinta pada kanvas. Koloni burung terbang melintasi langit senja. Malam akan menjelang, dengan cahaya yang semakin lama terasa temaram.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai puisi senja menjelang malam
Baca
+Pustaka
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai puisi senja menjelang malam
Baca
+Pustaka
Sebening Senja

Sebening Senja

Menyebrangi jalan utama ring road utara, di arah timur berjajar kendaraan menunggu lampu hijau menyala. Setiap kali melewati jalan ini, pasti akan terlintas tentang Senja. Namun, entah kenapa malam ini terasa begitu lain. Hatinya terasa panas, menjalar hingga kulit pipinya. "Aku seperti melihat Senja. Ataukah mungkin Senja mengingatku saat ini? Kenapa tiba-tiba aku merasa dia ada? Ya Allah, sebegitu terobsesikah aku padanya?" Darah memompa jantung Bening naik turun. Beristigfar, mengusir kegusaran yang begitu menyedot energi.
3.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi senja menjelang malam
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Mengelus lembut rambut perempuan terhebatnya itu dan mengecup puncak kepalanya penuh cinta. “Terima kasih sudah ada dan mau berkomitmen untuk menemaniku di usia senjaku, Sayang. Kamu adalah matahari pagiku, matahari yang menyadarkan aku bahwa di ujung senja yang kemudian menggelap itu, masih akan ada mentari yang bersinar cerah keesokan paginya. Dan mentariku adalah kamu.” ----------------------------------------- END ------------------------------------------
9.9265.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.1K kali sebagai puisi senja menjelang malam
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Batinya. Matahari telah menampakkan pesonanya. Embun membasahi bumi. Ayam jantan saling bersahutan berkokok. Menyambut pagi ini dengan penuh keceriaan. Perjalanan kali ini terlihat senggang. Mungkin, karena masih pagi. Fikir Raka. Mengemudikan mobilnya menuju bandara Soekarno-Hatta.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai puisi senja menjelang malam
Baca
+Pustaka
Forever Hours

Forever Hours

Dua bongkah senyum diulas bersama langit yang diam-diam telah mengguratkan jingga kekuningan di sela-sela awan yang berarak perlahan. Di kala itu, saat kepalanya memilih beristirahat di bahu Arya, di saat yang sama pula lelaki itu juga menyandarkan kepalanya, Fira menakuti salah satu hal dari berbagai spekulasi di kepala. Orang-orang memang tak berbohong mengenai senja yang indah, tetapi lembayung yang muncul adalah pertanda cahaya menghilang, habis tergerus malam. Ia cemas jika malam takkan berakhir, tidak sampai bersua esok kembali.
3.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai puisi senja menjelang malam
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

ELEGI SENJA Perih itu Menembus benteng-benteng kulit ari Hingga lebur pada jangat kulit diri Pedih itu Tak lagi mampu meracun hati Karena pedih terlanjur abadi Tangis ini Bukan lagi mengalir sepi Tapi mendarah memanas hakiki Senja kala itu menjadi saksi Kabar duka mendera Menjadi titik di mana kau tak berbalik Melebur satu bersama ombak Menjadi buih di tengah lautan tanpa tepi Sesal bergulung mengundang hujan
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 206 kali sebagai puisi senja menjelang malam
Baca
+Pustaka
REINKARNASI

REINKARNASI

Matahari merambat di ujung langit barat, tanda senja segera berakhir digantikan oleh sang malam. Rembulan perlahan muncul dari balik tira-tirai awan, memancarkan cahaya yang berwarna putih keperak-perakkan. Malam pun akhirnya datang, mengusir suara burung-burung kecil yang tadinya berkicau menjadi bungkam setelah masuk ke dalam sarang. Sementara itu keadaan Buana dan Segara yang sedang bertapa sangatlah buruk! Tubuh mereka telah sempurna mati rasa.
9.946.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi senja menjelang malam
Tampilkan Ulasan (71)
Baca
+Pustaka
Gladys Shanum
Cara penulis menyampaikan cerita berlatar kerajaan Kahuripan lalu lompat ke masa 600 tahun mendatang itu, kereeen. Perlu riset pustaka nih untuk dapat setting kerajaannya. Ditunggu uploadnya lagi, Thor.
Marion D'rossi
Kak, ceritanya bagus dan lain dari yang lain. Sebuah cerita di zaman kerajaan yang begitu menggugah selera. Konflik di awal cerita adalah langkah tepat yang Kakak lakukan untuk membuat pembaca tergugah dan ingin terus mengetahui kisah selanjutnya. Dari segi plot, sebenarnya cerita Kakak ini berat
Baca Semua Ulasan
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Kala itu aku tahu, Mentari atau senja sudah memberi indahnya Namun, malam Mendekapku tanpa tukas Tak seperti senja yanga hanya sebatas Dan wajah gelap yang selalu sama Tak pernah dilebur pagi sang mentari Mungkin kini hingga nanti Aku berucap dalam rapalan sangkil “Malam, aku menunggumu sejak pernama pertama dan kau mencinta hingga pusara terakhir” Lalu, malaikatpun berdatangan Seraya mengaminkan perkataan seorang hamba Tak pernah menentang lagi Tak ingin membuat kecewa lagi Hamba telah berdamai dengan malam Tuhan, jangan Kau putus dengan mentari dan senja lagi Keduanya tertinggal di belakang Hamba berkenan walau seribu tahun dalam kegelapan Namun, satu pinta hamba Izinkan malam yang telah d
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai puisi senja menjelang malam
Baca
+Pustaka
Salah Kamar

Salah Kamar

Senja telah datang, matahari terbenam dengan cahaya yang berwarna jingga. Senja itu, langit berwarna jingga dan perlahan-lahan matahari mulai terbenam. Raisa duduk sambil memandangi senja. Senja adalah suasana yang paling Raisa suka. Raisa merasa ketenangan hati bisa diperoleh oleh Raisa di saat menatap senja.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi senja menjelang malam
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status