Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Delia (Gadis Pengagum Senja)

Delia (Gadis Pengagum Senja)

Guru mulai memanggil peserta no 7 untuk maju dengan percaya diri Delia membacakan bait demi bait syair yang ia buat bersama Damar berjudul senja. Senja Kau memberikan ketenangan Datangmu penuh harap Meninggalkan kesepian Ketika kau pergi, Pertemukan ku dengan malam Senja aku tak ingin sendiri Penuh asa menunggu mu datang Memandang pelik di tepi Pantai Riuh suara desir angin Menyapu keheningan
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 194 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
ISTRI SENILAI SAHAM

ISTRI SENILAI SAHAM

Kekalutan pikiran Senja, membuat dua lupa jika jam tangan yang melingkar cantik di pergelangan tangannya, sudah menjadi musuhnya sendiri. "Aku hanya sedang ingin menikmati angin disini. Sambil melihat senja seperti namaku. Senja ternyata sangat indah, ya mas? Tapi sayang, keindahan itu tidak pernah abadi. Hanya untuk di nikmati sejenak, lalu menghilang pergi," seru Senja. Langit yang tadi juga terhipnotis dengan angin yang segar, dan indahnya langit. Kini merekam wajah istrinya di pandangannya yang paling dalam.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Bayangan di Balik Senja

Bayangan di Balik Senja

Bab 4: Terjemahan Ukiran Anisa dan timnya berjalan kembali ke desa dengan hati-hati, membawa kitab kuno yang mereka temukan di gua. Matahari telah tenggelam sepenuhnya, dan hanya cahaya bulan serta obor yang menerangi jalan mereka. Meskipun lelah, mereka merasa semangat karena telah menemukan petunjuk penting dalam pencarian mereka.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Senja Yang Di Hadirkan

Senja Yang Di Hadirkan

suaranya pelan, tapi jelas bergetar. Sagara menatapnya tajam, seolah membaca isi hatinya. “Seperti yang kukatakan, aku akan membuatnya singkat, Senja.” Ia bersandar sedikit ke arah Senja, menyisakan jarak yang nyaris tak ada. “Kau tahu sendiri, aku tidak pandai menunggu, bukan?”
106.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Rindu Di Ujung Senja

Rindu Di Ujung Senja

Kenzo-pun berkata layaknya puisi. "Wah Kenzo, aku tidak menyangka, sajak puisimu begitu menyentuh jiwa." ejek Leon sambil tertawa. "Jaga dia, dia gadis yang baik. Jangan pernah sakiti dan kecewakan dia, bahkan sampai membuatnya menangis," kata Kenzo sambil mwmbaca bukunya.
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Ada desir yang mengalir di dalam dada ketika ucapan sayang itu ia refleksikan pula dengan rangkulan. Sungguh, aku berharap ini bukan hanya akting belaka. Kuharap inilah jawaban atas do'a yang selalu kulangitkan. Mas Adry mencintaiku segenap hatinya. Ketika matahari mulai berangsur turun ke peraduan, kami telah meninggalkan Hulu Sungai Selatan. Meninggalkan kabupaten yang menyimpan sejuta keindahan alam. Kami tiba di rumah ketika hari mulai gelap, lampu-lampu jalanan telah dinyalakan.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Seruni Senja

Seruni Senja

Tiba-tiba Icus berteriak Guntur yang melihatnya pun langsung berlari dan memegangi tangan Icus. “Tidak papa ada aku, ayo naik pelan-pelan.” Kata Guntur “Terimakasih Guntur.” Kata Icus sambil menangis “Sudah-sudah jangan menangis kamu sudah tidak papa, ayo gandeng tanganku saja.” Kata Guntur menenangkan Icus
106.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 169 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

TUT Sambungan terputus, Redita menghela nafas panjang. Matanya memanas, hatinya kembali pedih. Kenapa setiap kebahagiaan yang ia cicipi hanya bertahan sementara? Apakah benar ia tidak pantas bahagia? "Selamat tinggal, terima kasih banyak!"
9.9266.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.7K kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

hardik Robi. "Sini yang, saking cantiknya senja ini, aku lupa kamu," "Wajahku gampang banget ya dilupain?" "Hahahaha, ngambek nih? dari pada ngambek, mending kita foto aja," "Satu, dua, tiga cis! senyum," Crack! "Indah ya senjanya. Cantik." "Kayak kamu, cantik." "Hem," "Kami tahu nggak? senja itu mengajarkan kita bahwa keindahan tak harus datang lebih awal." Kata Robi puitis.
1070.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
My Handsome Partner

My Handsome Partner

kata Senja "Baiklah, Sen. Besok akan kutemani kau berkeliling," kata Ella "Terimakasih," jawab Senja yang kemudian terlelap tidur hingga pagi sampai akhirnya ia terbangun karena mendengar suar juza isak tangis seseorang. "Siapa yang menangis?" Kata Senja lirih memaksa matanya terbuka sembari melihat sekeliling
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai puisi senja singkat
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status