Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Aku nyaman di sana, berenang menunggu saat ia menenggelamkan. Teriak bunyi ketel meraung pekakkan telinga, uap air yang keluar dari ujung corongnya meliuk ciptakan pola abstrak. Lesu aku menghampiri api kebiruan yang menjilati dasar ketel. Diriku perlu mendinginkan perasaan, dan pilihanku jatuh pada kopi panas, mencecap pahitnya menjadi canduku. Kopi pahit untuk hidup yang pahit, kurasa perpaduan yang sempurna. "Boleh aku memelukmu, Aling?" Perutku seketika bergejolak mengingat pinta Yusuf siang tadi. Bahkan dalam mimpi pun tidak pernah aku izinkan ia memelukku. Tak sudi.
108.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

Ketika Samudra dan Langit Jatuh Cinta

celetuk Rian tanpa menoleh, gayanya sok filsuf. “Mau kopi nggak? Biar pahitnya hidup lo kalah sama pahitnya biji kopi pilihan ini. Gue seduh pake air mata kegelisahan.” “Lebay deh Lo.. Nggak usah, makasih. Hari gue udah cukup pahit gara-gara denger berita berita nggak jelas,” gumam Cinta, matanya menerawang ke langit yang mulai berubah warna jadi jingga kemerahan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

Semua bagaikan api yang meninggalkan debu, sulit untuk dibersihkan dan selalu menempel dengan tanah. Lalu senja pun menyambut soreku, seakan langit ingin bercerita dua mata denganku akan arti sebuah perjuangan. Aku mencoba keluar rumah dengan motor tua yang biasa membawa aku dan ia, tapi sekarang hanya sebatas kenangan. Lalu aku singgah di salah satu coffe shop, dan memesan kopi hitam. Kuminum secara perlahan hingga menyadarkanku bahwa kehidupan itu seperti kopi, sama-sama pahit tapi tidak munafik akan hitamnya kopi.
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
MANT(en)AN

MANT(en)AN

Risna berjalan ke dapur untuk membuat secangkir kopi. Sebetulnya, alasanku menyukai kopi yang tak terlalu manis adalah karena aku tidak suka menggantungkan harapan pada kenyataan yang manis-manis. Yah, ini hanya filosofi abal-abal yang aku buat sendiri. Setidaknya, dengan menelan rasa pahit itu, aku berharap bisa terbiasa dengan semua kenyataan kelam yang ada.
103.2K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Di Balik Rupa Burukku

Di Balik Rupa Burukku

tanyaku dengan raut wajah malu. "Ya, secangkir kopi! Aku merindukannya," katanya "Apa?" Wajahku memerah mendengar perkataannya, apakah dia tidak salah bicara? "Aku merindukan secangkir kopi buatanmu setiap sore, sehingga aku berusaha mencarimu sampai ketemu." Kali ini lelaki itu menolehkan wajahnya menatapku. "Oh?" Ternyata hanya secangkir kopi yang dia rindukan, aku hampir saja memikirkan yang tidak-tidak. Tidak mungkinlah dia merindukan aku, secangkir kopi saja lebih berharga dibandingkan denganku.
1084.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
Nainamira
terima kasih untuk kakak pembaca yang Budiman, yang setia mengikuti kisah Aina dan Hasan. sudah tamat di 263 bab ya ... ikuti novel baruku yang berjudul " misteri cinta di lokasi KKN" gak kalah baper loh ...
Agus Irawan
Gadis Desa itu merantau ke kota Jakarta, entah mendapatkan nasib manis atau sial. yang jelas menurutnya nasib sial. karena telah dipertemukan dengan seorang pengusaha sekaligus tunangan majikannya. Baca novelnya. "Kembang Desa Sang Miliarder. nama pena" Agus Irawan.
Baca Semua Ulasan
Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Karena aku menggunakan headset, sontak aku melepaskan dan bertanya. "Mas bicara sama saya?" tanya ku. "Hem? oh nggak, saya baca filosofi kopi yang ada dibelakang kamu," jawab nya. Sontak aku melihat ke arah yang ia tunjukan. "Oh," Aku menggunakan headset kembali. Tapi tiba-tiba, dia bilang: "Mbak, Sementara menunggu kopi tersaji, rindu ku resah sendiri, mengisi embun pagi, berharap menemukan jejak dirimu di sela berbatu.”
1071.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kupendam

Cinta yang Kupendam

Dari mulai pegawai, bahkan artis dan orang-orang tersohor juga datang ke cafe milik Alan untuk menikmati secangkir kopi racikan dari cafe milik Alam ini. Cafe Alam terkenal dengan perpaduan serta racikan yang pas bagi penikmat kopi. Sehingga membuat cafe milik Alam ini begitu diminati bahkan digandrungi oleh banyak kalangan. Cafe milik Alam tidak pernah sepi oleh pengunjung. Apalagi menjelang hari pekan, pasti cafe ini akan dipenuhi dengan pasangan muda-mudi yang sedang bersantai di tempat ini. Untuk sekedar menikmati kopi terbaik dengan rasa yang begitu nikmat dan khas dari kopi yang mereka pesan.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

Semerbak aroma khas kopi hitam menguar dari mug berwarna coklat kesayangan Rojak. Sensasi rasa menikmatinya ketika dalam kondisi panas mampu menghangatkan bagi yang meminumnya. "Bang, biasa aja ngapa minum kopi ampe merem melek gitu," ledek Rodiah yang geli melihat wajah suaminya. "Ini namanya gue menikmati kopi tanda cinta dari elo," elak Rojak sambil memainkan alisnya, menggoda Rodiah.
1028.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 843 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Magical!

Magical!

Terluka parah karena cintanya. ' Bila memang hatimu untuk aku, salahkah ku berharap? Berharap kau memilih diriku ' Macchiato miliknya dingin. Tidak ada lagi kehangatan dari kepulan abu itu. Ia masih bisa meminumnya. Cukup enak dan pantas untuk lidahnya. Lagipula kopi ini tidak lebih dingin dari hatinya. Ia kehilangan matahari. Apalagi yang dia harapkan selain gelap dan lembab?
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Wanita Masa Depan CEO Muda

Wanita Masa Depan CEO Muda

TERPISAH RIBUAN RINDU Di malam sunyi, hati gelisah Ribuan rindu menghampiri diri Pandangan mata terhenti pada langit Mencari bayangan yang pergi Kerinduan merajut benang sepi Hati terbisu, merindu yang tiada Rindu itu bagai bunga yang layu Di taman hati yang sepi dan sunyi Kucoba menyusun kata-kata indah Namun tetap saja, rindu tak terucap Seiring waktu berlalu tanpa henti Kerinduan ini semakin terukir dalam jiwa Oh, ribuan pagi yang menyelinap Seperti embun pagi yang merindu matahari
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai puisi tentang kopi dan rindu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status