Si Lesung Pipi
Hanya di hadapan Andrewi dia bisa menajdi diri sendiri, berbicara santai, walau kadang membias karena tingkah imut Andrewi yang tiba-tiba, tertawa lepas, ringan dan juga pernah membuat puisi bersama.
“Membuat puisi bersama, membuat puisi tentangnya dihadapannya langsung. Puisi indah tentang betapa indahnya dia di mataku” Adam tidak menuliskan bait-bait itu di kertas. Tapi menyuarakan, berharap itu bisa membantu menenangkan hati yang masih saja sakit. Kepalanya menelungkup menutupi agenda setelah mengucapkan bait-bait itu. menekan matanya agar tidak menangis lagi. Ia sendiri malu pada dirinya sendiri karena terlalu cengeng berkali-kali menangis.
Aku yang pernah engkau kuatkan