Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jiwa Yang Terluka

Jiwa Yang Terluka

"Sebelum berangkat kesana Ellea masih normal terlihat sorot matanya yang teduh seakan tidak ada beban di dalamnya. Sekarang sudah tidak ada tatapan itu, Ai. Sorot yang ditunjukkan Ellea telah berubah seakan penuh dengan dendam dan amarah di dalamnya. Dan kondisi Ellea jika tidak secepatnya ditangani akan membahayakan bukan dirinya sendiri melainkan orang disekitarnya." "Maksud kamu, Al." "Ellea tidak segan untuk melukai dirinya sendiri, itu sudah nyata, Ai. Aku lihat sendiri banyaknya luka di tubuh Ellea yang paling parah ada di kedua telapak kakinya." "Bisa saja 'kan itu bukan Ellea yang melukai dirinya sendiri. Keluarga misalnya." "Mustahil jika itu dilakukan oleh keluarganya, karena tentu
9.910.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai puisi tentang self harm
Baca
+Pustaka
Hati yang lemah

Hati yang lemah

Dan dia sosok yang tepat untuk disalahkan. Aku akan menghajarnya besok,aku berjanji pada diriku sendiri ketika besok aku melihatnya di kelas. Awas saja. Argghh... Akan ku pukul si boyband itu!! KRUUUKKK... Ugh... Aku lapar,dan sangat malas--memasak makanan...Aku akan makan malam diluar saja. Author's pov .................. pada saat yang sama_
2.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi tentang self harm
Baca
+Pustaka
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Aku diam-diam pergi dari rumah itu saat mereka tertidur lelap. Hatiku seperti teriris-iris. Aku telah di siksa dan di nodai oleh Dini. Ya Allah apa yang telah aku perbuat sungguh-sungguh memalukan dan sangat-sangat memalukan! Aku telah terjerumus lembah nista dan terperosok dalam jurang kesesatan. Aku tak tahu harus berbuat apa. Bukannya aku merubah mereka agar menjadi benar tapi malah aku yang ikut terjerumus.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi tentang self harm
Baca
+Pustaka
Bukan Sekelumit Sesal

Bukan Sekelumit Sesal

Kesalahanku berlapis tak sanggup kutepis Dalam barisan hari aku diselimuti pesimis Penyesalanku berawal bagai gerimis Kecil rintiknya semakin kuat mengikis Berharap dosa dibasuh hujan tangis Maaf dan pengampunan… aku mengemis Ditatap binar mata mereka bagai pelangi yang terlukis Egoiskah keputusanku yang pragmatis
9.29.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 283 kali sebagai puisi tentang self harm
Baca
+Pustaka
Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Cantik dengan postur tubuh yang proporsional. Jika tak kutahan amarah yang membalut jiwa dengan zikir dan istighfar, mungkin aku akan meninggalkan mereka dan membiarkan kedua manusia busuk itu menghancurkan Mas Rian. Toh semua penyakit ini dia yang mencarinya sendiri. Tapi jika mengingat Aa, egoku sedikit tertahan.
9.9136.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai puisi tentang self harm
Baca
+Pustaka
Disia-siakan Keluarga, Diratukan Ibu Mertua

Disia-siakan Keluarga, Diratukan Ibu Mertua

Tangannya terulur menyentuh bekas-bekas luka di wajah Hana. “Ini semua karena self-harm?” tanyanya pelan. “Iya, Mbak.” Kayla lalu meraih tangan Hana dan menyingkap lengan dasternya. Matanya menatap nanar semua bekas luka gores maupun irisan itu, lalu menatap Hana yang memalingkan wajah ke arah lain. “Seberapa parah, Dek?” tanyanya lagi. “Gak tertahankan, Mbak. Sampai waktu itu aku ngira mati lebih baik daripada terus dengerin kemarahannya Ibu.”
16.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai puisi tentang self harm
Baca
+Pustaka
Tersandung Cinta Tuan Muda

Tersandung Cinta Tuan Muda

Ia menyesap kopi dingin yang sudah lama terlupakan di atas meja, mencoba menenangkan pikirannya. Ia membuka laptopnya dan membuka folder bernama “Untuk Naira”—isinya penuh dengan catatan, puisi, bahkan rekaman suara yang tidak pernah ia berikan pada siapa pun. Semuanya adalah bentuk usahanya menyembuhkan luka dan menyusun kembali puing-puing dirinya. > “Aku harus belajar mencintai diriku sendiri sebelum berharap dia kembali,” gumamnya lirih.
971 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi tentang self harm
Baca
+Pustaka
Malam Membara Bersama Pamanmu

Malam Membara Bersama Pamanmu

Jarinya berpindah ke atas meja, membolak-balik lembaran kertas tanpa tujuan, hanya untuk mengendalikan dirinya yang tampak terlalu senang. ‘Aku benar-benar bisa bebas dari utang itu,’ gumamnya dalam hati kala memikirkan kembali ucapan Emrys soal debitur terakhirnya yang tak perlu membayar utang sebab dia mengalami gangguan kejiwaan kronis. Ia sudah pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menyayat pergelangan tangannya menggunakan pisau cutter. Hal itu membantunya, memberinya dukungan bahwa memang mentalnya sedang tidak stabil sehingga ia melukai dirinya sendiri.
1069.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai puisi tentang self harm
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang suami yang dikhianati istrinya menjadi seorang penulis kaya raya dan mendapatkan jodoh yang tidak disangka-sangka di novel berjudul DERITA WAJAH JELEK. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada. Silahkan dicek ya, he-he-he!
Almiftiafay
terima kasih sudah membaca ya (⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠) perjalanan kita kali ini ditemani oleh Liora yang baik hati dan Kayden yang dingin dan tak bisa ditebak. Thor sekali lagi ucapkan Selamat naik rollercoaster, jangan lupa kencangkan sabuk pengaman (⁠ ⁠ꈍ⁠ᴗ⁠ꈍ⁠)
Baca Semua Ulasan
Hari Pamermu, Hari Kematianku

Hari Pamermu, Hari Kematianku

Lagi pula, aku mengucapkan kata-kata yang kasar saat kami putus. Dia memeluk kotak itu dengan penuh amarah, lalu berjalan ke tempat sampah di luar pintu. Dia membuang semuanya dengan kejam. Gelas keramik terjatuh ke lantai dan pecah, selimut merah muda yang kurajut juga terjatuh ke dalam kubangan lumpur .... Saat melihat saksi cintaku dan Andre dibuang, hatiku terasa sangat sakit.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai puisi tentang self harm
Baca
+Pustaka
Kita yang Terluka

Kita yang Terluka

Tak dinyana, anak semata wayang mereka justru mengamuk dini hari ini. “Kenapa aku tidak mati saja? Kenapa Tuhan senang sekali melihat aku tersiksa? Sudahlah harus sakit fisik karena kelumpuhan dan terapi yang tidak mudah, harus pula ditambah dengan sakit hati yang tak terperi!” Adelia melemparkan gelas kedua di tangannya. Mendengar bunyi gelas beradu dengan dinding dan pecahannya berserakan di lantai membuat hiburan tersendiri baginya. Setidaknya, bukan hanya hati dan tubuhnya saja yang hancur, ada gelas-gelas yang juga tak lagi berbentuk, setia menjadi penghibur.
1017.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 450 kali sebagai puisi tentang self harm
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status