Jiwa Yang Terluka
"Sebelum berangkat kesana Ellea masih normal terlihat sorot matanya yang teduh seakan tidak ada beban di dalamnya. Sekarang sudah tidak ada tatapan itu, Ai. Sorot yang ditunjukkan Ellea telah berubah seakan penuh dengan dendam dan amarah di dalamnya. Dan kondisi Ellea jika tidak secepatnya ditangani akan membahayakan bukan dirinya sendiri melainkan orang disekitarnya."
"Maksud kamu, Al."
"Ellea tidak segan untuk melukai dirinya sendiri, itu sudah nyata, Ai. Aku lihat sendiri banyaknya luka di tubuh Ellea yang paling parah ada di kedua telapak kakinya."
"Bisa saja 'kan itu bukan Ellea yang melukai dirinya sendiri. Keluarga misalnya."
"Mustahil jika itu dilakukan oleh keluarganya, karena tentu