Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Not Allone

Not Allone

Ia berusaha menyingkirkan pikiran negatif itu, mengusirnya jauh-jauh. Laurel kembali melanjutkan membaca artikel tersebut, rasa penasaran muncul, ia ingin terus mencari tahu tentang 'self harm' itu. "Individu yang melakukan self-harm ini merasa bahwa dengan melukai dirinya sendiri, hal itu dapat melepaskan rasa emosi negatifnya, seperti perasaan cemas, depresi, marah, perasaan bersalah atau sedih yang dipendamnya."
104.4K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

“Kalau begitu, Nona Jennifer maukah kamu memberiku kehormatan untuk berkencan sebentar?” Sambil berbicara, Rian mengulurkan tangannya seperti seorang pria terhormat. Angin bertiup sepoi-sepoi dan mata menawan itu tampak dipenuhi bintang. Tiba-tiba aku teringat sebuah kalimat dalam surat cinta itu. Hal-hal yang menggerakkan hati adalah hal-hal yang paling biasa, Seperti pecahan es yang berdenting, Seperti buah plum di mangkuk porselen putih.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 245 Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
Kesendirian

Kesendirian

Lama juga menunggu pukul 04:00 sore, aku rebahan dulu sambil menulis juga mendengarkan musik. Ternyata ada manfaatnya saat kita menulis yaitu : menuangkan segala perasaan yang kita rasakan tentang apapun itu kedalam bentuk tulisan, kita menjadi lebih baik dari hari-hari yang kita jalani dan saat menulis kita mengungkapkan perasaan itu, hanya kita yang tahu saat kita membaca cerita yang kita tuliskan, sering kita tersenyum sendiri, dan saat menulis kita sedang berkaca juga berbicara dengan diri sendiri, percayalah diri kamu itu sangat berharga. Maka jangan pernah mengeluh akan hidup. Kamu harus bersyukur setiap saat akan berkat yang sudah Tuhan berikan. *****
102.3K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
Cinta Sekolah Menengah Pertama

Cinta Sekolah Menengah Pertama

ia menghilang saat mentari turun dari peraduanya tak sanggup ku kepakkkan kembali sayap ini ia telah patah… tertusuk duri duri yang tajam… hanya bisa meratap… meringis… mencoba mengapai sebuah pengangan…" Kak Citra membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Musik masih mengalun pelan di sampingnya. Kak Citra seakan-akan bisa memboyong piala juara jika dia ikut kompetisi. Namun tidak dilakukannya. Dia tahu, dia memang sebagus itu. Kahlil Gibran adalah idolanya.
1015.3K viewsCompletedAdded to Library 596 Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
Dari Budak Menjadi Bencana

Dari Budak Menjadi Bencana

Setiap kenangan buruk, setiap luka moral, dihidupkan kembali dan diperbesar. Aku terjatuh, memegangi kepala yang terasa akan pecah. Ini lebih buruk daripada Kabut Jiwa. Ini adalah penyiksaan yang dipersonalisasi, dirancang khusus untuk menghancurkan batas antara diriku dan ribuan suara yang kubawa. 'Kami adalah bagian darimu', bisik seorang perempuan muda yang kuserap. 'Tapi kau juga adalah bagian dari kami. Lepaskan kendali.'
101.4K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
Hati Yang Terluka

Hati Yang Terluka

Akan tetapi, hal ini diabaikan Laila, karena mobil Rayyan sudah berlalu jauh. Laila mungkin menangis, tetapi tidak meneteskan air mata. Secara fisik ia hidup, secara mental telah lama mati. Begitu banyak kata yang terucap, dan begitu banyak beban yang harus ditanggung seorang diri. Bahu lemahnya tak lagi mampu menopang bahkan sepertinya sudah tidak ada harapan, karena Laila telah dihancurkan oleh penghianatan. Beruntung tidak ada benda tajam disekitarnya, jika tidak mungkin sudah lama ia goreskan pada lengannya. ^^^
666 viewsOngoingAdded to Library 17 Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

Segala Harapan dan Kerinduan Hanyalah Kehampaan

"Pergi! Morgan, enyahlah sekarang juga! Aku nggak mau melihatmu! Aku sungguh menyesal, dulu aku menutupi identitasku demi mendampingimu merintis dari nol. Seandainya sejak awal aku tahu kau pria yang begitu hina, nggak tahu malu, dan menjijikkan, aku nggak bakal melirikmu sekali pun! Kalau aku dikasih satu kesempatan lagi, Morgan, aku bahkan nggak mau mengenalmu!" "Maaf, Adeline, aku salah! Aku bukan manusia! Aku yang membunuh anak kita, aku memang bukan manusia!" Morgan mengangkat tangannya dan menampar dirinya sendiri seperti orang kesetanan. Tamparan demi tamparan mendarat di wajahnya hingga pipinya memerah dan membengkak. Namun, bahkan setelah melihatnya seperti itu, hati Adeline tidak m
2.6K viewsCompletedAdded to Library 65 Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.760.1K viewsCompletedAdded to Library 1.8K Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
Can't I Be Free?

Can't I Be Free?

Tapi sebelum bercerita, aku akan menyampaikan sebuah puisi sederhana sebagai pembuka cerita yang akan disampaikan olehku. Makhluk Tuhan Setiap hari adalah luka Setumpuk cercaan menimpa Membentuk serpihan duka Di dalam lautan air mata Aku ingin meronta Tapi tak bisa Semakin aku bergerak Digenggam jemariku sangat kuat Sayup-sayup aku berjalan Berniat untuk melarikan diri Tapi lagi dan lagi Bayangan itu seperti hantu yang mengikuti Tubuhku menahan sakit
104.5K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
Bayangan Cinta

Bayangan Cinta

"Tak ada yang salah dengan kesedirian, tapi bukan sesuatu yang benar jika menolak orang lain dalam kehidupan. Kita membutuhkan pasangan. Mungkin bukan sekarang tapi nanti." "Aku bisa hidup sendiri, bahkan menikahi diri sendiri jika perlu." "Sumpah itu mengerikan." "Tidak juga artinya aku mencintai dan bisa menerima diriku apa adanya." "Seperti narcissus, dia mati karena teramat mencintai dan memuja dirinya." "Namaku Kara bukan narcissus. Dua kali pengalaman menggoreskan luka yang dalam. Seperti mimpi buruk yang membayangi. Aku tak akan menjadikan ketiga kalinya."
9.98.7K viewsOngoingAdded to Library 208 Times as puisi tentang self harm
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status