Tears
Sanggup membuat seorang Cakra yang ketus menjadi puitis bak seorang pujangga.
"Tetapi saya sama sekali tidak menyukai apalagi mencintai Bapak. Bagi saya Bapak itu adalah atasan saya yang sangat saya hormati. Dan juga tunangan sahabat saya Annisa yang sangat saya sayangi. Bapak tahu, dalam hidup saya, saya sangat jarang mendapatkan cinta dan kasih sayang yang tulus dari orang-orang yang ada di sekeliling saya. Annisa adalah salah satu dari orang yang mau memberi perhatian yang tulus kepada saya, bahkan tanpa saya minta. Bagi daya, apa yang diberikan oleh Annisa itu bahkan lebih penting daripada ungkapan dan ucapan cinta dari seorang laki-laki. Bukannya saya tidak menghargai perasaan yang Bapa