Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku, Sahabat Ayahku

Suamiku, Sahabat Ayahku

Tiba-tiba kedatangan gadis seumuran Nara mengejutkannya. "Yita!!! Bisa nggak sih, sehari aja kalo datang ngagetin kayak reog!" ketus Nara. Nara hanya mempunyai tiga sahabat, yaitu Yita, Andrea, dan Inoy. Selain itu, tidak ada yang mau berteman dengan gadis itu karena Nara dianggap gadis miskin yang tidak cocok kuliah di sebuah universitas yang elit ini.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Sahabat Nomor Satu Suamiku

Sahabat Nomor Satu Suamiku

Membuat Arga terkekeh gemas, lalu menarik wanitanya itu untuk lebih dekat dengannya. "Karena hanya aku yang Bianca punya, sayang. Hanya aku satu-satunya, ia tak punya siapapun selain aku, sahabatnya." Ujar Arga sembari mengusap punggung istrinya itu. "Ck, berlindung terus dibalik kata sahabat!" Ujar Kiara masih terdengar kesal. "Jika tanpa Bianca, aku nggak mungkin masih ada di sini, bersamamu saat ini, Ra!" Balas Arga kembali mengingatkan kebaikan apa yang sudah Bianca lakukan padanya.
104.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Ratapan Sendu Raisya

Ratapan Sendu Raisya

"Udahlah lagian itu udah lama banget dan gue udah ngelupain itu semua" "Loe bisa boongin semua orang tapi loe gak bisa boongin gue sya, gue sahabat loe dan gue tau gimana perasaan loe sampai sekarang, gue emang di Swiss tapi gue selalu pantau loe lewat suruhan gue" "Loe gila bahkan loe gak bisa jauh-jauh dari gue,, hahaha.. Tapi thanks karena loe udah jadi sahabat terbaik gue sampai sekarang"
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Istri Tanpa Suami

Istri Tanpa Suami

"Satu buah lagu untuk teman terbaikku yang sedang berbahagia hari ini, Amira." Aku mengerti Perjalanan hidup yang kini kau lalui Ku berharap Meski berat, kau tak merasa sendiri Kau telah berjuang Menaklukan hari-harimu yang tak mudah Biarku menemanimu Membasuh lelahmu Ijinkan kulukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis, tertawa Biar kulukis malam
9.9169.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Bimbingan Panas Sahabatku

Bimbingan Panas Sahabatku

Sasha menyusul keluar dari ruang ujian ketika mendapati sahabatnya berdiri mematung menghadap langit. Ia langsung menghampiri, lalu menggandeng lengan Bita. "Gimana?" Bita menoleh pelan. Senyumnya masih mengembang lebar. "Feel so good." Ia mengembuskan napas panjang. "Rasanya kayak lagi ada di surga. Akhirnya gue berhasil nyampe di ujung kesengsaraan." Kedua tangannya terentang lebar. "Dan sekarang," katanya dengan nada penuh syukur, "gue resmi kembali menjadi manusia seutuhnya."
1030.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 752 kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Kembalilah Padaku

Kembalilah Padaku

kataku, meringis. “Aku menduga segala hal darimu sekarang,” katanya dengan tidak acuh. “Suzy, Fia adalah temanku. Aku sangat menyayanginya. Dia selalu berada di sisiku dalam masa-masa tersulitku,” kataku, tapi dia memotongku. “Ya ampun! Pertemanan yang indah sekali. Apakah kamu ingin piala sebagai sahabat terbaik?” Dia mendengus dengan begitu masam.
9.286.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Pembalasan untuk Suami dan Sahabatku

Pembalasan untuk Suami dan Sahabatku

kekeh Nicholas. "Membunuh kekasihmu lebih tepatnya." Max masih menampakkan wajah garang. "Mungkin sebagian ingatanku belum kembali sepenuhnya, tapi aku yakin kita bisa berteman seperti dulu." Nicholas bangkit dan melangkah menuju pintu keluar. "Akan lebih ih baik jika kau tidak pernah mengingatnya, karena kita lebih pantas menjadi musuh dari pada teman," sahut Max yang memutar tubuhnya dan melangkah menuju pintu belakang.
11.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 299 kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

"Iya. Wajar. Sahabat." Dia mendekatkan wajahnya sedikit padaku. Aroma parfum vanilla-nya yang manis kini terasa mencekik. "Sahabat itu saling menjaga, kan Al? Sahabat itu nggak saling menyakiti. Sahabat itu nggak nusuk dari belakang." Matanya menatap lurus ke dalam mataku. "Dan Papa... Papa itu orang tua yang baik. Dia pasti nggak akan ngelakuin hal yang bisa nyakitin anak kandungnya sendiri. Iya kan?"
9.471.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Suami Wasiat Sahabatku

Suami Wasiat Sahabatku

Tapi sekarang pahlawanku sedang terbaring lemah, berjuang melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Aku meraih kain lap basah dan dengan lembut mengusap kening ibu yang berkeringat. "Buk, ini aku, gendukmu si bungsu. Ibuk yang kuat ya. Ibuk gak kepengen apa ngelihat cucumu perempuan yang selama ini ibuk nantikan?" bisikku. "Ayo buk bangun, Mas Rendra sama Mas Baskara juga ada di sini, Buk."
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 231 kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Menjadi Madu Sahabatku

Menjadi Madu Sahabatku

"Dia suami sahabatku, Pak," jawab Silla dengan cepat, suaranya penuh keyakinan. "Dia orang baik, bukan maling." 'Cih ... apa yang dia katakan? Pasti si Silla sengaja, mengatakan aku suami sahabatnya karena di depan si Rival-Rival ini,' batin Nathan dengan perasaan sebal. Kendati demikian, Silla sebenarnya tak salah di sini, karena memang benar Nathan adalah suami sahabatnya juga.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai puisi sahabat terbaikku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status