Hai Om, Aku Calon Istrimu!
Dan karena ini Safa—sahabat yang sudah seperti saudara—aku tak akan merahasiakan apapun darinya.
"Sakit banget, Sa." Aku berbisik jujur. "Rasanya kayak badan aku patah semua. Pinggang, paha, punggung... semuanya sakit. Aku nggak bisa jalan normal."
Safa menggigit bibir menahan tawa, tapi matanya berbinar khawatir. "Ya ampun, sampai segitunya?"
"Iya! Aku nggak nyangka bakal sesakit ini!" Aku meringis lagi saat menggeser posisi duduk. "Om kais minta berkali-kali. Tapi ya gimana lagi—"