ISTRI LUGU MANDOR TAMPAN
Tapi secara bersamaan rasa sakit di perutku muncul kembali dan kali ini menjadi tak tertahankan hingga tanpa sadar aku memekik sesaat yang langsung mengalihkan perhatian ibu dan Mas Bara padaku.
“Rindu!” seru Mas Bara cemas sembari langsung menghambur mendekat untuk bisa segera menopang tubuhku yang nyaris tumbang.
“Perutku sakit sekali,” desisku lirih menahan sakit.
Ibu ikut cemas menatapku.
“Apa punggung kamu juga terasa kencang?” tanya ibu kemudian.
Aku mengangguk mengiyakan karena memang punggungku ikut terasa nyeri, bahkan rasanya ikut tertarik dan tegang.