Suami Warisan
“Ndak tau, Mas. Tadi malam masih baik-baik saja. Tapi memang Bapak jadi sering bengong-bengong sendiri …. Semenjak kiriman bunga-bunga dan surat kaleng, Bapak jadi stress, Mas ….”
Purnomo mengangguk-angguk, dia melipat tangannya di dada sembari memerhatikan Joko yang terbaring lemah di ranjang. Dokter mengatakan bahwa Joko mengalami kelumpuhan di satu sisi badannya hingga sebelah tangannya tidak bisa digerakkan sama sekali, lidahnya pun seperti membatu, tidak bisa bergerak dan menelan.
“Mas Pur ….” Agung memanggil Purnomo yang terlihat sibuk dengan pikirannya.