Malam Pertama Sang Istri Kontrak
Ini adalah awal pertarungan besar yang akan menentukan masa depan mereka.
Ruangan balai warga yang sempit itu semakin panas oleh suara-suara yang bersahutan. Begitu Arga berdiri dan menegur Rangga, bisikan-bisikan berubah menjadi riuh rendah, beberapa warga langsung bergumam, “Wah, bener kan? Pasti ada masalah pribadi juga ini…” Pak RT mengetuk meja kayu keras-keras. “Tenang! Semua tenang! Ini musyawarah, bukan pasar!” Suara gaduh perlahan mereda, tapi mata warga tetap tertuju pada Arga dan Rangga, seakan-akan mereka sedang menonton babak pertama dari drama panjang yang akhirnya pecah ke permukaan. Rangga tersenyum miring, sama sekali tidak terintimidasi oleh amarah Arga. “Ga, aku cuma bicar
Hot Chapters