Kisah Para Penggetar Langit
“Kalau kau yang bicara, tentu dia percaya.”
“Di dunia ini, manusia yang kata-katanya adalah emas, adalah Liong-ko sendiri. Omongan bau kentut dari mulutku ini, masa mau disamakan dengan dirinya?”
“Tapi aku percaya omonganmu.”
“Sayangnya, Liong-ko tidak sebodoh kau.”
Mereka berdua tertawa mengikik. Heran. Di saat menyusup ke sarang macan seperti ini, mereka masih bisa bercanda.