Teror Berdarah
Petunia terdengar tertawa kecil dari balik telepon, "Tidak ma-masalah, Yonna. Sa-saya mengerti perasaannya saat i-itu, wajar dia me-melakukannya."
"Nggak! Bagiku itu nggak wajar, Petunia. Aku minta maaf atas nama Luther, ya? Tolong maafkan dia," pinta Yonna tulus.
"Ti-dak apa. Kita su-sungguh masih berteman, bu-bukan?"
"Tentu saja! Sekali berteman akan tetap berteman."
"Ka-kamu yakin dengan i-itu?"
"Hm? Iya, aku yakin. Bagiku, kekuatan dari ikatan pertemanan itu besar dan kuat."
Hot Chapters