Mafia Insyaf
Dengan tangan gemetar, Anton membuka dan membaca pelan.
> “Kalau suatu hari aku gak pulang, jangan ajarkan Rina jadi pembalas. Ajarkan dia jadi cahaya di tempat yang gelap. Tapi kalau kamu gak bisa jadi cahaya… setidaknya jangan matikan lampunya.”
Anton menutup surat itu. Air matanya tak jatuh, tapi napasnya berat.
Dia menatap langit malam. Di sana, tak ada bintang. Tapi Anton tahu: terang tak selalu harus datang dari atas. Kadang, cukup satu percikan api kecil… untuk membakar seluruh kegelapan.