DUKUN 99
Ia jatuh ke lantai tanah tanpa berani menatap makhluk-makhluk yang merindukannya.
"Bang, Tio, lihat aku dong. Cantik begini masa dicuekkin," rajuk si kunti bukan merah.
"Aku juga nih, Bang. Mirip Kendall Jenner masa dianggurin!" timpal si kunti merah.
Tio menutup telinganya. Menenggelamkan wajahnya di pangkuan.
"Mereka tidak jahat," ucapku memotivasi. "Mereka sudah kujinakkan jadi aman untuk dijadikan partner."