Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janji yang Tak Sempat Usai

Janji yang Tak Sempat Usai

pesan dari Keane muncul di layar. Nayla menghela napas, tersenyum tanpa sadar, lalu mengetik, “Sudah. Roti tawar dan kopi. Standar pegawai tangguh.” Balasan dari Keane langsung muncul, “Kopi? Harusnya teh manis, biar senyum kamu makin manis juga.”
10418 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai quotes pantang menyerah
Baca
+Pustaka
Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

"Reni, kalau kamu masih di sana dan bisa mendengarku, maukah kamu memaafkan aku? Aku sangat menyesal. Aku sangat merindukanmu dan anak kita." Ia berlutut di depan nisanku, dari matahari terbit hingga terbenam, tak berhenti mengaku dosanya. Namun apapun yang ia katakan, tak ada satu pun jawaban yang kembali padanya. Saat itu Pak Harto menghampiri, menyerahkan sebuah buku harian. "Tuan, ini buku harian nyonya. Saya temukan waktu membereskan barang-barangnya."
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai quotes pantang menyerah
Baca
+Pustaka
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

img:first-child]:pt-0 *:[img:first-child]:rounded-t-xl *:[img:last-child]:rounded-b-xl shadow rounded-md ring-1 ring-foreground/20 fix-size fix-edge chapter-theme" data-slot="card" data-size="default" data-variant="default"> "Tidak berguna? Kalianlah yang tidak berguna! Sekumpulan senior yang bahkan tidak bisa mengalahkan kami para pemula, apa lagi selain tidak berguna!" Penduduk Paviliun Pedang Naga membalas.
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 207 kali sebagai quotes pantang menyerah
Baca
+Pustaka
Dear Mantan Suami

Dear Mantan Suami

Indira meremas ujung pakaiannya. “Melakukan apa saja? Sayangnya, kamu tidak punya pilihan lain, Dira.” Ilham tertawa senang. Dia sangat yakin Indira akan menyerah padanya. Namun, Indira tidak akan menyerah dengan mudah. “Maaf, Tuan, saya tidak bisa rujuk, kalau begitu saya pamit dulu.” Indira hendak bangkit, tetapi Ilham menahannya. “Tunggu! Kamu sudah tidak sayang dengan bisnis kamu, Dira?”
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai quotes pantang menyerah
Baca
+Pustaka
Jangan Pegang, Coach

Jangan Pegang, Coach

“You’re serious.” “I’m serious.” “Apa yang berubah?” “Everything. Rasa kangen ini. Aku sadar, aman tapi sengsara itu nggak lebih baik dari bahagia tapi beresiko.” “Berapa bulan?” “As long as it last.” “Gimana kalau selamanya?” “Berarti aku jackpot.” Rafael pegang tangannya. “You sure?” “No. But I’m tired of being scared.” “Oke.” Dia ngegenggam erat. “Oke. Let’s go inside.”
1013.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai quotes pantang menyerah
Baca
+Pustaka
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Menghadapi bocah nakal yang satu ini, dia benar-benar tidak bisa benar-benar marah. "Sudahlah, aku malas berurusan sama kamu. Sana, pergi!" Lin Yang melayangkan satu tendangan ke pantat Menara Kecil, langsung melemparnya kembali masuk ke dalam menara. "Aduh mak, sakit banget!" Di dalam menara, Menara Kecil mengusap pantatnya sambil meringis kesakitan. "Katanya nggak mau berurusan sama aku? Kalau kamu beneran mau perhitungan, apa pantatku nggak bakal langsung hancur kena tendang tadi?!"
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai quotes pantang menyerah
Baca
+Pustaka
JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!

Kata itu sederhana, namun membawa beban: pergi dan jangan kembali, atau jika kembali, ia akan menghadapi konsekuensi yang lebih berat. Ping An Tang yang baru saja dibuka kini tak hanya merayakan pembukaan; mereka juga merayakan kemenangan kecil—lima juta sebagai kompensasi yang tak terduga. Lin Quanyou tak bisa menyembunyikan kegembiraannya; di matanya, hari yang penuh badai itu berubah menjadi bukti bahwa keberanian dan ketegasan bisa mengubah nasib. Zhang Jicha dan rombongannya pergi dengan langkah lesu, wajah mereka menampakkan penyesalan dan kebencian. Mereka tahu, hari ini mereka kalah bukan hanya secara materi, tetapi juga secara martabat.
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 419 kali sebagai quotes pantang menyerah
Baca
+Pustaka
Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

Ah! Sentuh Aku Lagi, Om

“Pinggangku rasanya udah mau patah, Mas Dean... kaki aku juga lemas banget. Nggak mau ronde kedua lagi pagi ini, pokoknya aku nolak! Titik!” Melihat penolakan yang penuh dengan rengekan manja dan ekspresi super menggemaskan itu, pertahanan Aldean justru benar-benar runtuh total. Hasratnya sudah berada di ubun-ubun, siap untuk kembali menerkam dan melumat habis istrinya tanpa ampun. “Nggak ada penolakan, Nyonya Devantara. Kamu yang memancing apinya, jadi kamu juga yang harus bertanggung jawab.”
9.8112.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai quotes pantang menyerah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status