Pembalasan Sang Dokter Jenius
Ia membuka mulutnya yang menganga, dan yang keluar adalah raungan mengerikan yang membuat jiwa serasa akan copot.
Joko, yang baru saja merasa menang, kini menatap makhluk raksasa di hadapannya dengan mata terbelalak. Perisai cahayanya telah lenyap. Kini hanya ia, seorang pemuda kurus, berhadapan dengan monster dari mimpi terburuknya.
"Wasuuu!” umpatnya lagi, kali ini dengan suara gemetar penuh ketakutan. "Beneran ada beginian di kota, kukira cuma di desa!"