MADU UNTUK IBU, RACUN UNTUK ISTRI
suara kecil Bumi memecah ketegangan yang mematikan itu.
Adrian menoleh. Wajahnya seketika berubah menjadi sangat ramah, sebuah transformasi yang membuat Kinan merinding. "Halo, Bumi. Sini, Nak. Ini Om Adrian, teman Ibu."
Bumi berjalan mendekat, ia menatap Adrian dengan rasa ingin tahu. "Om yang kasih beasiswa buat Bumi?"
"Iya, Sayang. Om mau ajak Bumi jalan-jalan ke tempat yang jauh, yang banyak saljunya. Bumi mau?" Adrian mengulurkan tangannya, mencoba menyentuh kepala Bumi.