Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hasrat Liar Paman Suamiku

Hasrat Liar Paman Suamiku

Rara mulai merasakan kenikmatan yang mengalir di tubuhnya. "Rey," desahnya pelan. "Aku... aku merasa aneh." "Aneh bagaimana?" tanya Reyhan sambil terus bergerak dengan irama yang stabil. "Enak," jawab Rara dengan jujur. "Sangat enak." Reyhan tersenyum puas mendengar itu. Gerakannya sedikit lebih cepat, lebih dalam. Rara mendesah lebih keras, tangannya mencengkeram seprai di bawahnya dengan erat.
1069.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
Tuan, Aku Hamil!

Tuan, Aku Hamil!

Rasa sakit dan kenikmatan bercampur, menciptakan sensasi yang memabukkan. Tubuhku tak lagi mampu menahan semua sensasi yang datang bertubi-tubi. Gerakan Devan semakin cepat, semakin dalam, membawa gelombang rasa yang begitu kuat hingga aku tak lagi bisa membedakan antara sakit dan kenikmatan. Semuanya bercampur menjadi satu, menciptakan badai perasaan yang memuncak dalam diriku. Napasku tercekat, setiap otot dalam tubuhku tegang, bersiap menghadapi ledakan yang tak terelakkan.
9.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
Karma(penyesalan)

Karma(penyesalan)

"Keluhan apa yang anda rasakan saat ini" "Saya sering pusing, mual dan badan saya lemas seperti kapas, tak ada tenaga sama sekali," jawab Adinda dengan muka pucat. "Silahkan anda buang air seni dulu dikamar mandi, simpan sedikit saja ditempat ini untuk nanti saya periksa!" perintah Wisma sambil menyodorkan tempat untuk air seni Adinda. Adinda sedikit gugup dan membawa tempat itu lalu masuk ke kamar mandi. Tak lama ia keluar dan bergantian Wisma yang masuk ke kamar mandi.
1054.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Tanya Asih "Emmm, anu. Aku boleh ngomong sesuatu ga sama kamu?" Jawab Imas sambil meremas tangannya sendiri tanda bahwa dirinya sedang merasakan gelisah. "Boleh, ngomong aja. Silahkan duduk dulu." "Terima kasih. Emm, begini Asih. Aku mau nanya ke kamu, boleh ga aku minjem uang sama kamu?" Tanya Imas sambil menundukkan kepalanya.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

Arav yang secara tiba-tiba merasa sesak seperti tidak mempercayai pesan dari temannya itu. “Kenapa ...! kenapa bisa-bisanya harus kamu Ailen?” gumam Arav. Arav bersandar di dinding kamarnya setelah ia kembali mengingat kenangan yang telah lama ia lupakan. Kini perasaan Arav di penuhi rasa yang tidak karuan? Hatinya yang bertanya-tanya terasa sesak setelah mengingat hal yang sudah lama dia lupakan itu. Ingatan yang telah ia kubur dalam-dalam kini kembali bagaikan ombak yang begitu deras. Arav yang awalnya terlihat kuat, namun tidak berdaya setelah mengingat semua ini.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 102 kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
Rindukan Dirimu

Rindukan Dirimu

Ucap kak Sasa "Baik kak" Ucap kita berdua "Yaudah kalau gitu cukup sekian dan selamat sore" Ucap kak Sasa "Oh iya Fy sebelum pulang mampir cari makan yuk. Aku lapar nih" Ucap Rio "Mau makan dimana emang?" Tanya Ify "Aku pengen ayam geprek deh Fy" Ucap Rio "Ayo kita cari ayam geprek" Semangatku
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Nona Hemat di Sarang Konglomerat

Namun di dalam simulasi, Citra merasakan dia sedang menyentuh wajah Raka virtual. Kulitnya hangat. Halus. "Damar memberimu keringat dan adrenalin, Citra. Itu reaksi kimia yang murah dan cepat habis," bisik Raka, napasnya menerpa leher Citra di dunia nyata. "Saya memberimu kepastian. Algoritma yang tidak akan pernah error. Surga yang bisa saya coding ulang setiap kali kamu bosan." Jantung Citra berdegup kencang.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
Inikah Rasanya Cinta

Inikah Rasanya Cinta

Dia menelusuri satu persatu hidangan di meja, tidak satu pun yang dia kenal. Clara bingung, apa Clara harus menjelaskan padanya atau tidak. Lebih baik Clara tunggu dia bertanya. Clara sendiri tidak begitu menyukai masakan Korea karena tidak sesuai dengan lidahnya. Sayur saja dibuat menjadi asinan. Clara sendiri hanya makan yangnyeom tong dak, ayam goreng khas Korea yang rasanya manis bercampur pedas. “Ini enak,” Viona menyodorkan mangkuk kimchi(sawi pu tih yang difermentasi) pada Vincent. Clara tahu, melihat bentuknya saja Vincent tidak tertarik.
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
Ipar Rasa Istri

Ipar Rasa Istri

“Mba, liat nih skin care nya mba Ve juga engga kaleng-kaleng. Semua dari brand terkenal impian aku yang harganya aja wow banget. Edun ya mba Ve tega banget ngabisin uang mas Adam buat belanja kayak beginian. Pantes aja tiap Ibu minta kiriman, mas Adam bilang uangnya udah dikasih semua ke mba Ve.” Uang mas Adam tuh habis sama perempuan yang di sampingmu itu Wa kalau kamu mau tau. Aku harus percaya sama siapa, seolah-olah aku-lah yang serakah padahal aku korban dari keserakahan wanita yang telah kuanggap kaka.
106.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
My Imagine

My Imagine

tanya Rizhan "I-Iya. Kenapa? Enggak enak yah baunya?" tanya Herra seraya menatap wajah Rizhan. "Enak kok baunya. Tapi aku lebih suka aroma aslimu. Yang enggak pake apa-apa," balas Rizhan dengan senyuman manis. "Ma-Masa sih?! Yang ada bau tau kalau enggak pake parfum. Bau keringat yang malah muncul," timpal Herra
96.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai rasakan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status