Dangerous Feeling
Semenjak hari itu, ia selalu menemaniku, pulang pergi ia selalu setia mengantar, padahal aku tidak punya rasa sedikitpun pada kakak tingkatku itu, raven adalah mahasiswa semester delapan berbeda denganku yang masih semester dua, dia adalah laki-laki yang sangat Populer di kampus, banyak yang mengidolakannya namun sayang, dia termasuk pemilih dalam urusan perempuan.
Raven termasuk cuek dengan kebanyakan perempuan di kampus, kecerdasan dan ketampanan wajah yang tidak bisa di tandingi oleh siapapun itu membuat setiap kaum hawa berdecak kagum hanya dalam melihatnya sesaat, warna kulit putih pucat dengan matanya yang berwarna biru terang, sorot tatapan mata yang tajam, dengan Surai keemasannya, d