Menuju Matahari
***
“Wah, rambutannya bener-bener uenak, Kang! Tidak percuma aku bela-belain manjat pohon yang ini untuk mengambil rambutan lagi. Di pohon yang ini tuh ya, daging buahnya tuh lembut dan lumer di mulut. Trus rasa manisnya sedikit tercampur dengan kesan rasa asam yang justru membuatnya malah makin enak. Kita biasanya berpikir bahwa buah yang cita rasanya asam adalah tidak enak. Di sini, cita rasa asam itu justru menambah kaya cecapan rasa yang singgah di lidah kita. Ealaaah… sangking enaknya, aku sampai ngomong tak jelas begini. Tapi memang enak kok, Kang. Aku mau ambil yang di atas sana itu. Eh, Mbakyu Ningrum, kau sudah habis rambutan berapa biji? Si Sawer kira-kira sakit perut tidak kalau d