Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
GARA GARA G-STRING

GARA GARA G-STRING

"Pernah tuh, waktu Bu RT mudik. Pak RT ajakin aku makan lontong kupang di Darjo. Lah, kok ngajak bablas nang Tretes." "Hemmm ... kalu itu sih sudah niat, Mbak Yu!" _00_ Jamane jamane jaman edan Wong tuwo rabi perawan Prawane yen bengi nangis wae Amargo wedi karo manuke Manuke manuke cucak rowo Cucak rowo dowo buntute Buntute sing akeh wulune Yen digoyang ser-ser aduh penake _Didi Kempot, Cucak Rowo_
1031.0K viewsOn holdAdded to Library 712 Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Read
+Library
Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

Jadi Miskin Di Hadapan Mertua

jelas Bu Nafis. Rawon berasal dari bahasa Jawa rawa yang diartikan sebagai gelap. Hal ini sesuai dengan warna gelap kehitaman kuahnya yang berasal dari kluwak, kluwak diketahui merupakan hasil fermentasi dari biji picung. Tidak hanya membuat daya tarik semata, tetapi kluwak juga memberikan cita rasa yang khas. Rawon merupakan kuliner warisan nenek moyang khas Jawa Timur ini sudah dikenal sejak zaman Kerajaan Majapahit. Oleh karena itu, mulanya rawon merupakan makanan yang disajikan kepada para bangsawan untuk acara khusus Kerajaan Majapahit.
9.544.4K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Read
+Library
Ibuku Sayang Ibuku Malang

Ibuku Sayang Ibuku Malang

Celetuk Hasna sembari meletakkan sebuah piring yang berisikan ubi rebus ke atas meja. Hidup dalam keluarga yang serba kekurangan, membuat kedua anak kecil itu sudah sangat merasa bahagia saat bisa memakan ubi rebus buatan ibunya. "Yeay ubi rebus." Ucap Rio yang langsung bersorak kegirangan sembari memandangi ubi rebus dengan wajahnya yang begitu berbinar. Dengan sigap, Rio pun bersiap untuk segera mengambil sebongkah ubi kuning yang begitu digemarinya itu. Tangan Rio pun segera ia tujukan pada potongan ubi yang paling besar.
104.8K viewsOngoingAdded to Library 177 Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Read
+Library
PELANGI JIWA

PELANGI JIWA

Rere menjawab,”Tenang bu, semua sehat sehat saja,” Ibu melanjutkan, ”Pulangnya jangan malam-malam lho ya, ingat perutmu sudah besar,” Rere menjawab,”Iya bu, sudah ya aku berangkat dulu,” Sampai di tempat tujuan, lapangan sudah ramai pengunjung. Rere segera menikmati susana ramai itu. Banyak pedagang yang sedang berjualan. Ada pedagang baju, martabak, hiasan dinding, sandal, sepatu, bakso, jagung bakar dan lain lain. Tak terasa muter-muter di lapangan ternyata waktu sudah bertambah malam. Sebelum pulang Rere dan Juna beli jagung bakar dulu. Setelah jagung bakar habis dimakan, Rere dan Juna segera pulang.
108.4K viewsOngoingAdded to Library 284 Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Read
+Library
TURUN RANJANG

TURUN RANJANG

Kenneth malah asal bicara, tidak sedikitpun rasa bersalah. "Hais! tidak tahu malu. Buang rasa percaya dirimu itu! siapa yang berniat menghabiskan malam dengan pria menyebalkan sepertimu," gumamnya sambil membuang wajahnya ke lain arah. Kenneth tersenyum tipis mendengarnya, ucapannya sedikit menggores hatinya. Tapi, untuk apa dia sakit hati. Bukanya pernikahannya bersama Valery hanya bertujuan mendapatkan kesepakatannya dengan Samuel.
10462 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Read
+Library
Renggali

Renggali

raung Ansel dengan muka yang menyebalkan. “Huh! iya-iya! Gua tahu kok. Tidak usah berlebihan begitu! Dan? Tolong jauhkan mukamu yang MENGERIKAN itu dari pandanganku,” cetus Arav sambil memalingkan kepalanya. “Itu bisa membuat bola mataku copot,” lanjutnya sambil bergumam. “Berpikir normal sedikit kenapa sih!” pungkas Ansel berbicara sendiri sembari berjalan duluan.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Read
+Library
Selir Kesayangan Suamiku

Selir Kesayangan Suamiku

tawar Rio. Gendhis mengangguk setuju. Kapan lagi dia bisa mengunjungi tempat wisata di kota Malang. Kesempatan bagus tak boleh di sia- siakan bukan. "Bolehkah memetik apel langsung dan memakannya?" tanya Gendhis pada Rio. Tak sabar rasanya melihat buah apel yang bergelantungan berwarna hijau kemerahan. Rasanya segar sekali di lihat menyejukkan mata.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 414 Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Show Reviews (6)
Read
+Library
donalwilys
cerita yg bagus tp, dialog 2 orang dikasih keterangan siapa yg ngomong mulu. cukup akhiri pake tanda petik, trs ganti paragraf. misal, ucap gendis, tolak gendis, gurau gendis, bentak mama. yg baca jg tau maksud dialog 2 orang itu. pliss, belajar ngetik yg bener y biar kayak novel beneran. semangat
MOON
heh rio, gendis, pintu neraka sebelah kiri. cepat masuk kesana. thor, plisss lah bikin menyesal si pezina itu. pengen berkata kasar sama laki kegedean napsu. gundik gatel juga, berpengetahuan tapi kelakuan kayak iblis.
Read All Reviews
Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

"Oleh-oleh, ya. Keripik apel, dodol apel dan segala macam olahan apel yang jadi makanan khas Malang." Ya sudah oke, Raja setujui tanpa banyak alasan. Asal Leora bahagia. *** "Ceritakan tentang masa kecilmu." Adalah sebuah awal di mana komitmen untuk saling terbuka di mulai. Di pagi hari, di mana kota Malang selalu macet dan padat merayap–maklum kota wisata. Tidak harus menunggu musim liburan untuk menarik pengunjung datang ke Malang, hari biasa pun banyak wisatawan dari luar mau pun dalam negeri untuk menyambangi kota dengan sebutan batu tersebut.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 256 Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Read
+Library
Retaliation For Enemies (Pembalasan Sang Putri)

Retaliation For Enemies (Pembalasan Sang Putri)

tanyanya pada Kala. "Aku Kala, sahabatnya Rasi dan Laksmi," balas Kala. "Ini apa Kau suka mangga mentah?" tanya Rasi. "Aku tidak pernah mencobanya, tapi Aku akan makan," balasnya. "Sebentar.... Pelayan, tolong kupaskan mangganya," ucap Rasi. "Sudah Tuan Putri." Pelayan tersebut memberikan mangga mentah yang telah di kupas kepada Rasi, kemudian Rasi membagikannya pada Grita dan yang lain.
109.6K viewsCompletedAdded to Library 287 Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Read
+Library
RANJANG BERDARAH

RANJANG BERDARAH

Sesekali rintihan kecil dan erangan kesakitan meluncur dari mulut mungil mereka, kala telapak-telapak kaki berkulit mulus itu melindas bebatuan tajam atau trotoar panas yang terbakar teriknya matahari menjelang siang hari ini. Si kembar Rara tiba-tiba berhenti. Napasnya terengah dan putus-putus. "Kak, aku haus," lirihnya. "Iya, kita jalan juga sudah lumayan jauh, aku yakin mereka nggak akan menemukan kita di sini," timpal Riri.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 121 Times as rawe rawe rantas malang malang putung
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status