Malam Pertama Perjaka dan Janda Muda
"Enggak, enggak akan, kamu mau bukti apa? Kalau kamu mau bikin perjanjian pra nikah aku oke. Yang penting kamu tenang, enggak khawatir. Aku sayang kamu, semua yang ada di kamu Love."
Rei menganggukkan kepalanya, merasa senang juga mendengar apa yang dikatakan oleh Yogi. Perlahan ia mengecup bibir Yogi, pria itu tak tahan, segera memegang tengkuk leher Rei, membawa pada kecupan yang dalam, menggebu, menuntut. Tak ada pemanasan karena memang Yogi sudah terlalu bersemangat sejak tadi. Sesekali Yogi melepaskan tautan bibir keduanya, menatap Rei dengan jakunnya yang bergerak naik dan turun beberapa kali, tak sabar.
"Sayang kamu Love."