Hati Yang Terpilih
Nazwa memulai percakapan.
“Ada apa, Ma?” tanya Salsa dan Hanif berbarengan.
“Kalian tahu, Mama sangat bangga kepada kalian. Walaupun umur kalian belum dewasa, tetapi kalian sudah sangat dewasa dalam berfikir. Perpisahan Mama dan Papa adalah buktinya,” Nazwa terdiam sejenak. “Sekarang, kalian juga tahu, Mama saat ini dekat dengan Om Kafka. Sesungguhnya Om Kafka sudah meminta ijin untuk menikahi Mama. Sekarang Mama dan Om Kafka sedang menjalani proses untuk melangkah ke pernikahan. Mama ingin bertanya, bagaimana menurut kalian, Om Kafka itu? Apa kalian setuju, jika Mama menikah dengan Om Kafka?” tanya Nazwa lembut.