Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Hidup Rata Yang Mulai Bergelombang

Perintah Barra. “Huh! Baiklah, aku akan menjawabnya. Tapi, setelah itu kau harus memberitahuku apa masalahnmu.” Ucapku kepada Barra. “Iya. Cepat Jawab!” Perintah Barra sekali lagi. “Hmm hidup? Hidup itu... Kesempatan? Em. Aku menganggap kehidupan ini adalah sebuah kesempatan. Setiap detik waktu yang kita lewati itu merupakan kesempatan yang dianugerahkan Tuhan kepada kita. Hidup itu hanya sekali. Karena itu, kesempatan yang hanya diberikan satu kali ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Semakin aku bertambah dewasa. Aku mulai belajar untuk menjalani hidupku dengan mindset bahwa hari ini mungkin adalah hari terakhir bagiku untuk bisa menjalani kehidupan ini. Karena dengan seperti itu, aku ak
4.7K viewsCompletedAdded to Library 111 Times as renungan hidup
Read
+Library
Penyesalan yang Terlambat

Penyesalan yang Terlambat

Betapa bodohnya aku. Berapa kali aku mencoba menghubungi nomor itu, tapi aku tidak punya keberanian untuk menekan tombolnya. Aku bahkan tidak berani mengingat bagaimana aku dulu menyakitinya dengan kata-kata yang paling menyakitkan. Setiap kali aku teringat tatapan kecewa dan putus asa yang dia berikan padaku, aku menyesal dan ingin membunuh diriku. Namun, sekarang aku tidak punya uang lagi, dari mana aku bisa mendapatkan uang untuk membayar biaya perawatan ayahku?
8.9K viewsCompletedAdded to Library 187 Times as renungan hidup
Read
+Library
Antara Dendam dan Penyesalan

Antara Dendam dan Penyesalan

Dia seperti seorang biksu yang sudah mencapai puncak kehidupan, tidak lagi memiliki hasrat duniawi dan tidak memiliki emosi. "Ayahku sudah meninggal, keluargaku bangkrut, aku juga nggak bisa menyelamatkan anakku, bahkan pernikahanku penuh dengan penipuan. Di dunia ini, nggak ada lagi alasan untukku tetap bertahan hidup." "Selena, jangan bicara seperti itu. Seekor semut saja harus berusaha untuk bertahan hidup, kenapa kamu malah menyerah begitu aja."
9.5979.1K viewsCompletedAdded to Library 27.4K Times as renungan hidup
Show Reviews (394)
Read
+Library
Pey hakiki
hai kak author, aku adalah salah satu penggemar berat novel kaka ini, tadi aku buka PF sebelah "orange", aku gk sengaja liat buku dengan judul " antara dendam dan penyesalan", aku cuma mau nanya apakah yang ulpoad disana kaka juga? , aku cuma khawatir ada yg plagiat novel kaka yang satu ini.
Rita Andriani
Novel ini selesai di bab 1674. Akhirnya selena menikah lagi dgn Harvey sirah mati di tembak sma lupa namanya tp itu loh laki2 yg nembak mati yg lindungi selena. Tp dia jg mati kakek tua dr tuan bennett yg dikira udh meninggal ternyata masih hidup. guru slena jg penjahat tp akhirnya dia jg mati
Read All Reviews
Tiada Hidup Tanpa Sistem

Tiada Hidup Tanpa Sistem

tanya Xenovia, lalu dia menambahkan dengan menerka, “Apakah Sistem Kehidupan itu sistem yang baik, dan Sistem Kegelapan adalah sistem yang jahat—apakah benar seperti itu konsepnya?” “Ya, bisa juga dibilang seperti itu,” kata Kelvin. “Namun, Sistem Kehidupan adalah yang waktu itu menyelamatkanku dari kematian. Dengan kata lain, sebenarnya aku itu sudah mati, tetapi karena Sistem Kehidupan membangkitkanku dari kematian, aku masih bernafas dan hidup sampai sekarang.” “Membangkitkanmu dari kematian?” ulang Xenovia sembari membelalakkan matanya. Dia kemudian mengernyitkan dahinya sembari bertanya, “Memangnya siapa yang membunuhmu?”
108.7K viewsCompletedAdded to Library 322 Times as renungan hidup
Read
+Library
Aroma Dalam Mimpi

Aroma Dalam Mimpi

Suasana dapur kembali tenang, hanya diiringi suara halus penggorengan dan dentingan sendok kayu yang menyentuh sisi panci. “Aku kadang masih bertanya-tanya,” ujar Ren pelan, nyaris seperti bicara pada dirinya sendiri. “Apa aku melewatkan sesuatu. Tanda. Isyarat. Tapi pada akhirnya, aku sadar, tidak semua hal bisa kita pahami... bahkan dari orang yang kita kira kita kenal luar dalam.”
103.5K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as renungan hidup
Read
+Library
SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

SETELAH AKU HANCUR AKU MEMILIH HIDUP DAN MENCINTAI LAGI

“Terkadang, hidup menguji kita bukan dengan kehilangan… tapi dengan kembalinya seseorang yang pernah kita lepaskan.” Sejak sidang final Reza dan vonis dijatuhkan, hidupku perlahan terasa lebih tenang. Tapi, seperti sungai yang tenang pun menyimpan arus bawah, pikiranku pun tak pernah benar-benar damai. Kadang saat malam datang, aku masih terbangun oleh mimpi-mimpi aneh tentang Reza, tentang diriku sendiri yang tak bisa bergerak saat dunia runtuh.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as renungan hidup
Read
+Library
Kultivator Jiwa Modern

Kultivator Jiwa Modern

“Kita hampir mati semalam, tapi sekarang malah duduk di sini, makan roti kering seolah nggak ada yang terjadi.” “Justru itu tanda kita masih hidup,” jawab Bara, menatap pantulan cahaya api di air. “Hidup adalah tentang terus berjalan bahkan ketika dunia berhenti.” Risa mengangkat kepalanya. “Bara… waktu kau di dalam pusaran cahaya itu, apa yang sebenarnya kau lihat?”
1.4K viewsCompletedAdded to Library 42 Times as renungan hidup
Read
+Library
TEMAN HIDUP

TEMAN HIDUP

Hanif bertanya dengan kernyitan dahi. "Aku kangen saat kamu gak sesibuk sekarang. Tidak apa aku tidak punya tas branded, perhiasan mahal, mobil keluaran teranyar, ponsel puluhan juta. Aku nggak apa-apa cuma makan di pecel lele langganan kita semasa pacaran. Aku nggak apa hari minggu hanya rebahan dan menonton tv bersama. Aku nggak apa kita tidak liburan ke luar negeri. Yang penting kamu ada di sini, selalu sama aku."
103.4K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as renungan hidup
Read
+Library
Ranjang Kehidupan

Ranjang Kehidupan

Jadilah ia hanya menjadi penunggu toko buku dan mencari pekerjaan lain yang belum ketemu. “Semoga Tuhan selalu bersamaku!” ujar Rania kepada dirinya sendiri, sebagai penyemangat langkah hidupnya. Klontang... Tiba-tiba terdengar suara benda terjatuh dari depan rumah, samar-samar Rania mendengarnya.
102.1K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as renungan hidup
Read
+Library
Mati Untuk Hidup

Mati Untuk Hidup

"Aku nggak berjuang saat mereka menekanku. Aku terus mengalah dan berkompromi, terlalu lembut pada orang yang menyakitiku. Aku begitu bodoh." "Baiklah, kalau ada kehidupan setelah ini, apa yang kamu inginkan?" "Aku ingin di kehidupan selanjutnya, aku hidup tanpa beban, bersih dan bebas. Benar-benar hidup untuk diriku sendiri." Tuhan berbisik lembut, "Semoga di kehidupanmu yang akan datang, kamu bisa lebih egois." Dengan cepat, masa lalu itu berputar di depan mataku seperti sebuah film. Aku sekilas menyaksikan seluruh hidupku, dan setelah putaran terakhir, semua gambar-gambar itu lenyap begitu saja.
7.9K viewsCompletedAdded to Library 299 Times as renungan hidup
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status