Hasrat Seorang Ipar
Mata seakan enggan terpejam kembali, padahal tubuhku rasanya penat dan lelah.
“Kenapa, ya, Tuhan tak pernah berhenti menyulitkan hidupku?” Aku bergumam sembari menatap langit-langit. Jika sudah begini, maka mulailah aku berandai-andai. Jika dulu begini, maka sekarang begitu, dan seterusnya. Huhft, rasanya aku ingin berubah menjadi kaktus di dalam pot saja. Berduri, tanpa ada yang berani menyentuh. Tegak berdiri, walau panas terik membentangi.
***