PETAKA REUNI
Sementara, kedatanganku kemari untuk mengikhlaskan semuanya.
Aku berbalik, menatap Arsyl. Melihat dia mengangguk, perhatian ini kembali teralih kepada Danar. Dia sudah bangkit, dan kami berhadapan. Kudekap sekali lagi pria yang dulu menjadi bagian dari hari dan hati. Dalam kisah ini, kami semua terluka dan tersakiti. Baik dia, Arsyl, juga diriku sendiri.
Jika reuni itu tak pernah terjadi, apakah semua akan tetap serumit ini?
**