Godaan Papa Teman Anakku
Ia merapikan dulu selimut mamahnya, lalu mengecup kening wanita itu.
"Selamat istirahat, Mamah."
"Makasih, Nak." Widya balas mengusap lengannya dengan bangga.
Putranya itu memang paling tak pernah membuatnya kecewa, selalu patuh kepada orang tua. Dan kini Satrio bisa bahagia dengan wanita pilihannya dulu.
Akhirnya Satrio dan Kinan keluar dari kamar Widya, keduanya berjalan seperti orang asing. Memang meraka berjalan beriringan. Namun tak ada kata yang terucap dari bibir keduanya.