Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dokter Cantik Pemilik Hati CEO

Dokter Cantik Pemilik Hati CEO

Namun, dia tidak pernah menyangka jika saat ini di hadapannya ada sebuah tembok yang tinggi menghalangi jalannya. "Gawat, aku enggak bisa ke mana-mana lagi." Arina panik seketika. "Sekarang kamu sudah tidak bisa lari ke mana-mana lagi, Rin. Sudah waktunya menyerah. Emang kamu enggak capek menghindar terus?" Nanda menyeringai. Dia senang karena saat ini buruannya sudah tidak bisa lari ke mana-mana lagi. Dia sudah terkunci di hadapan pria itu.
4.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 177 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
DIKEJAR CINTA MANTAN SUAMI

DIKEJAR CINTA MANTAN SUAMI

Alan berkata sambil mencuri pandang pada Arina. “Jangan Mas. Mas Alan ini bujang, jangan mengharap perhatian sama janda miskin seperti saya mas, banyak perawan diluar sana yang pantas buat mas Alan.” Arina tetap merendah. “Mengapa tak mau membuka hati untuk saya Rin?” Alan berharap. “Karna saya tak pantas mas.” Arina mengaduk -aduk milo yang sisa setengah gelas. “Selalu merendah kamu Rin, apa kamu trauma?”
7.336.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 807 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
LARA

LARA

jawab Ibu Sarah sambil kemudian berlalu. Wati yang sedari tadi diam dikamar. Kemudian menghampiri Sarah yang menangis tersedu. "Cup, Jangan nangis dek. Ayok Kakak bantuin beresin ya," ucap Wati sambil membelai rambut Sarah. "Biarin aja Wati. Biarin aja adikmu beresin sendiri," sahut Ibu Sarah dari dapur.
102.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 100 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
Raina

Raina

teriak Galih lantang, memenuhi ruangan. Tubuh Raka seperti tidak memiliki tulang untuk menopang. Lemas dan sulit untuk bergerak. Tapi ia berusaha kuat karena melihat Raina yang sedang menangis ketakutan di bawah sofa. Ia harus kuat demi wanita itu, wanita yang sudah dia libatkan dalam masalah ini. Brugghh
109.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 386 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
A Shield for Arlin

A Shield for Arlin

Tentu saja Jevan bisa berakhir berpikir seperti itu, mengingat seluruh tingkah laku Arlin yang akhir akhir ini berubah seperti cabe-cabean. "VAN! GUE KAYAK GINI ADA ALASANNYA!" teriak gadis itu. Jevan yang mendengarnya tidak memperdulikan teriakan Arlin yang mengundang perhatian orang-orang di sekitarnya. Ibu-ibu yang sedang memilih yoghurt di rak sebelah menoleh ke arah mereka dengan tatapan penasaran. Berharap bisa mendapat tontonan gratis pertikaian anak muda seperti yang sering mereka tonton di acara katakan putus yang tayang di salah satu saluran televisi nasional.
107.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 283 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
Anara

Anara

Gadis itu membuka pintu sliding lebar-lebar, menghilangkan satu-satunya sekat antara ruang tamu dan kolam renang di bagian belakang villa. Mengangkat kedua tangan ke atas, dan meregangkannya. Menghirup udara, sebanyak-banyaknya, sambil memejamkan kedua mata. Sangat menyegarkan. Dalam posisi seperti itu, Bryan datang, dan memeluk pinggang ramping Anara dari belakang. Menyapu leher dengan nafasnya yang hangat, menciptakan desir dalam dada. Jantung memompa lebih cepat, dan wajah gadis itu, terasa memanas. Tiba-tiba saja dia merasa gerah.
9.92.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 99 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
Menggapai Cinta Ayana

Menggapai Cinta Ayana

Bisik lirih Ammar tangannya terus saja bergerilya memancing hasrat Ayana. Ammar melepas dress yang dipakai Ayana sehingga hanya nampak bra dan celana dalam warna hitam sangat kontras dengan tubuh Ayana yang putih bersih. Ammar melepaskan pengait bra dan terlepas dengan bebas kedua gunung kembar milik Ayana, dengan sigap Ammar melahapnya seperti bayi yang sedang kehausan. Dia begitu memanjakan keduanya dengan hisapan-hisapan dan remasan-remasan kecil memancing gairah Ayana.
102.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 56 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
Pengantin Pengganti Revano

Pengantin Pengganti Revano

Rania berdiri di depan cermin kamar. Maid membantu memakaikan gaun sutra berwarna biru gelap yang memeluk tubuhnya lembut. “Nyonya cantik sekali,” ujar salah satu maid. Rania tersenyum tipis. “Terima kasih.” Begitu para maid keluar, Rania menarik napas panjang. Tangannya gemetar. Ia melirik ponsel yang tergeletak di meja rias. Tidak ada sinyal. Tidak ada internet. Tidak ada dunia luar.
101.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 48 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
NIRVANA'S WAY

NIRVANA'S WAY

Tanpa peduli lagi, ia langsung menendang dan mendobrak pintu itu setelah lama menunggu Aeri membukakan pintu. Saat ia masuk, ia melihat Jan Mi Aeri sudah berdiri di pinggiran balkon apartemen nya siap untuk melompat ke bawah. Dengan gerakan cepat, Hyun Jae menarik lengan Jan Mi Aeri sehingga mereka berdua pun jatuh dengan posisi Aeri di atas tubuh Hyun Jae. Hyun Jae menghela napas panjang. Sementara Aeri meraung dan menangis tersedu- sedu.
1018.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 362 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
RADANIA

RADANIA

Raga Arsen Vallario Ga lo baik-baik aja kan? Gagaga Gaa dimanaa Raga gue kabur ni Raga pulang Ga pulang dong gue takut Sendiri Raga Tau ah Raga gue sebel Sama lo! Sudah banyak Pesan yang Dania kirimkan namun tak ada satupun yang Raga baca, Dania juga sudah berusaha menghubungi Raga tapi tidak diangkat sungguh Dania sangat khawatir lalu ia berinisiatif untuk menghubungi teman-temannya Raga, namun Sama tidak ada satupun yang mengangkat telpon nya Dan hanya tersisa satu yaitu Bima.
9.54.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 130 Beses bilang rina and the wall
Read
+Library
PREV
1234
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status