ARINDA
Lanjut wanita itu, membuka pintu semakin lebar mempersilakannya untuk masuk.
Robin tak ikut masuk dan Arinda tak mempermasalahkan itu. Dia cukup tahu jika pekerjaan Robin tak sampai sini. Jadi, dia hanya mengikuti langkah wanita paruh baya di hadapannya saat ini yang entah akan membawanya kemana. Sepanjang berjalan, bola mata Arinda tak henti-hentinya memindai. Dia juga mengantisipasi, jika, jika ternyata ada Zayn di sini. Dan bodohnya dia dengan ketakutannya, lelaki itu jelas ada di sini, ini rumahnya. Hanya saja maksud Arinda--
Hot Chapters