Sisi Liar Mas Nanang
Lina mendengus, tapi genggaman tangannya di lengan Nanang tak dilepas bahkan semakin erat, seolah menandai wilayahnya.
Perjalanan pulang dipenuhi ocehan Lina, tentang ulangannya, drama kuliah, temannya yang katanya juga suka Nanang (“Yang rambutnya keriting itu loh? ih Mas jangan pilih dia, bau ketek dia.”), sampai cerita absurd tentang anjing tetangganya yang suka pipis sembarangan.
Nanang hanya merespons dengan gumaman pendek.
Kepalanya masih dipenuhi bayangan Bu Wulan dan segala tanpa peringatan, Lina menarik sedikit bagian pinggang celana training Nanang.
Hot Chapters