Choice
Dia menghalangi jalan pria perebut novelnya.
“Kak, tolong, novelnya buat aku. Aku sudah lama ngincar ini novel. Di mana-mana habis. Aku juga sudah cek di toko ini tinggal satu. Kalau harus nunggu cetakan selanjutnya aku nggak bisa.”
“Nggak bisa. Aku beli ini buat hadiah ulang tahun cewekku.”
“Cewek yang mana?” Riyan memandang heran sahabatnya. Ray mendelik sebal. “Oh iya, si bohay, ya,” cengirnya, menutupi kebohongan sang sahabat.
Hot Chapters