Selubung Memori
Dia baru teringat, beranjak seolah berniat mengambilnya, tetapi kubilang, “Pegang saja. Buku itu tidak aman kalau kupegang sekarang. Lagi pula, aku sudah ingat semua tulisannya. Tidak ada petunjuk berarti. Aku harus cari petunjuk lain. Dan satu-satunya cara hanya ke Lembah Palapa.”
“Bukan di gunung?”
“Aku pernah bermimpi. Di gang kecil. Dan terdampar kelaparan. Tubuhku kurus, duduk di sebelah tempat sampah raksasa, menghirup aroma ikan bakar yang sumbernya dari celah jendela. Yah, aromanya bercampur sampah, tapi aku merasa kenyang. Gangnya sempit, penuh lampu gemerlap. Aku yakin itu Lembah Palapa. Jadi, itu alasannya aku suka ikan bakar.”
Hot Chapters