Sentuhan Nakal Adik Iparku
Chocoberry pierahasia lelaki pendiampelukan di kasurkepala terasa dingindada terasa dingin
bisiknya cepat, setengah memohon pada dirinya sendiri.
Ia bergegas ke kamar mandi, membiarkan air dingin mengguyur kepalanya lama sekali. Seakan tetes-tetes itu bisa menyapu bersih sisa bayangan semalam. Menghapus bersih pelukan, hangat tubuh, dan wangi asing yang menempel terlalu jelas di tubuhnya.
Selesai mandi dan berpakaian, Ren menarik napas panjang di depan cermin. “Hanya mimpi,” ulangnya pelan, meski sorot matanya sendiri meragukan kata-kata itu. “Itu semua hanya mimpi.”