Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

JANGAN GANTUNG MUKENAH DI BALIK PINTU

“Artine iku wengi jemuwah, wong dhisik pracaya wengi sukra yaiku wengi kang apik kanggo nglakoni ritual menyerahkan tumbal.” (Artinya itu malam jumat, orang dulu percaya malam Sukra adalah malam yang baik untuk melakukan ritual persembahan tumbal). "Tepate wengi sukra kaping loro kali, pondok lagi nganakake jurit wengi. Wengi wektu prastawa kebarakan pondok kang mateni 21 santriwati kalebu Watri. Watri wis ora bisa gegerak amarga diikat dening Pur Mani, suruhan pawongan."
1022.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 500 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Vila Melati

Vila Melati

Bab 12 Pada jam empat dini hari, ritual akhirnya selesai. Dikarenakan mereka harus pulang sebelum fajar menyingsing. Satu per satu mobil meninggalkan halaman vila. Para penyembah yang datang tanpa kendaraan, pulang dengan cara terbang menghilang. Hal yang kunanti adalah kembalinya Nyi Roro Kidul dari kamar-kamar. Ke-20 sosok itu bergerak ke lobi vila, lalu terhisap masuk ke tubuh yang asli.
102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
KUTUKAN LELUHUR

KUTUKAN LELUHUR

Kata makhluk itu sambil menggerakan tangan manusia itu yang kini tinggal tulangnya saja. “Teangan jelema anu geus lila nyieun perjanjian jeung urang lila, lain aya hiji anu geus hampir sapuluh tahun ngalakukeun ritual jang bangsa urang, anu eta weh di hesekeun neangan syarat na, meh manehna nyerah terus awakna urang jadikeun bayaran jang tumbal anu teu lengkap, (Cari manusia yang sudah lama membuat perjanjian dengan kita, bukannya ada satu yang sudah hampir sepuluh tahun melakukan ritual untuk bangsa kita, yang itu aja di buat susah untuk mencari syaratnya, biar dia menyerah terus badannya kita jadikan bayaran untuk tumbal yang tidak lengkap,)” Kata makhluk yang ada di depannya.
10126.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai ritual tumbal terakhir
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
pujangga manik
Saya Pujangga manik mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H. Salam hangat dari kami yang telah banyak berbuat keliru di masa lalu. Mohon semua salah dari kami di maafkan. Minal Aidin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin
Lengkunglangit
saya pembaca setia a, saya ga pernah menyesal baca cerita dr aa mah, ga prnh ada kesel"nya kalo baca. nyaman dan menikmati. saya doain cerita aa bisa sukses seperti kkn. aamiin, sehat" ya aa dan keluarga, biar semangat terus nulis na.
Baca Semua Ulasan
Kafan Hitam

Kafan Hitam

jelas Ki Jalu. Ki Jalu mengeluarkan buku pusaka dari dalam jubahnya, kemudian membuka beberapa halaman. “Menurut catatan dari buku pusaka ini, sedikitnya harus ada seratus orang yang dijadikan tumbal saat ritual. Selain itu, di empat sudut desa, harus ada sesajen berupa kembang tujuh rupa dan kepala kerbau. Warga Ciboeh ... akan kita jadikan tumbal.” “Tum-tumbal?” gumam Ujang. Ketakutannya akhirnya terbukti.
9.774.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
KAUM TERAKHIR

KAUM TERAKHIR

86. Ritual Malam harinya, seperti yang diperintahkan oleh Sang Dewi Kehidupan, Avram dibantu oleh Phygeros, Raja Reegan dan Aros. Mereka memang sepakat untuk melakukannya di tengah malam untuk menghindari kecurigaan dari semua orang. Mengingat mereka juga sepakat untuk menyembunyikan hal ini dari masyarakat luar, maka mereka mengambil waktu di mana semua orang telah terlelap di alam mimpi mereka sehingga persentase mereka diketahui oleh masyarakat luar lebih kecil.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

Ini adalah sebuah ritual pemandian terakhir untuk seorang kawan seperjuangan yang akan pensiun. Luna hanya bisa menonton dalam diam, merasakan kesakralan dari momen itu. Ia melihat Radit menuangkan sedikit minyak kelapa murni ke permukaan wajan yang sudah bersih dan kering, meratakannya dengan kain bersih hingga wajan itu kembali berkilau hitam di bawah cahaya lampu yang redup. “Terima kasih,” bisik Radit pada benda mati itu. “Untuk setiap api yang kau tahan. Untuk setiap rasa yang kau lahirkan. Istirahatlah.”
903 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

Bos yang Memecatku, Kini Memaksaku Jadi Istrinya

ujar Ararya, suaranya datar dan final. Ia melepaskan kemejanya yang sudah berantakan, memperlihatkan tato naga Jawa di bahunya yang berkilau di bawah cahaya merah. "Di bak mandi itu sudah disiapkan campuran rempah weton. Bersihkan dirimu dari debu luar. Setelah itu, ritual kita dimulai." Btari tertegun. Umpatan kasarnya macet di tenggorokan. Ia menatap tiang pole dance, lalu bak mandi, lalu tempat tidur, dan akhirnya mata Ararya yang dingin.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Istri Pilihan Tuan Shangguan!

Istri Pilihan Tuan Shangguan!

tanyanya. "Tidak. Itu sudah cukup sebagai ritual terakhir." “Ritual terakhir?” Ah, rupanya begitu. Sebelumnya ia pikir membuka penutup kepala adalah ritual terakhir. Entah ia sudah tertidur ketika seorang pelayan senior mengajarinya tentang ini, atau ia tidak sengaja melupakannya. Minum arak sebagai ritual terakhir? Pengaturan ini sangat bagus!
10390 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Kebangkitan Naga Terakhir

Kebangkitan Naga Terakhir

Bibir yang kemerahan di antara kumis dan janggut tipis itu, kemudian berkata, "Aku rasa telah mendapatkan budak bernilai tinggi." Dan, ini adalah awal kisah perjalanan hidup sang naga terakhir.
84.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Dokter Ajaib Dari Dunia Paralel

Tongkat berbulu putih, mangkuk tembaga berukir rumit, dan dupa Tibet dengan aroma menyengat ditata rapi di sekitar Harrison dengan presisi ritual. "Ritual Tibet kuno untuk mengusir gangguan spiritual memerlukan konsentrasi mutlak dan tidak boleh terganggu," kata Gerry sambil mulai membaca mantra dalam bahasa yang tidak dipahami siapa pun dari hadirin. "Semua orang mohon mundur dan jangan mengganggu proses suci ini dengan kebisingan atau gerakan mendadak."
1046.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai ritual tumbal terakhir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status