Rimba Memburu Senala
“Kita tidak di ujung kehancuran. Kita di ambang penyembuhan.”
Malam purnama berikutnya, ritual pengakuan diadakan untuk pertama kalinya dalam tiga generasi. Di bukit batu yang menghadap gurun, para warga meletakkan benda-benda warisan: lembar puisi, alat musik tua, bahkan potret yang kabur—semua milik orang-orang yang pernah ‘dihilangkan.’
Rimba menyalakan api pengampunan. Di sekelilingnya, Bayang Lama berdiri. Perlahan, tubuh mereka mulai retak, seperti kulit kering yang akhirnya dihujani.
인기 회차