Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Renjana

Renjana

ujar Irine yang juga tiba-tiba nongol entah dari mana sambil menarik tanganku ke hadapan dua orang cowok. “Tuh, pilih salah satu,” katanya lagi. “Pilih? Gaya kamu Rin, kayak emak-emak jualan kacang dipasar,” candaku. Yang satu hitam, pendek, yang satunya lagi putih, tinggi. Ya, jelas aku memilih yang putih dan tingggi lah, begini-begini, aku jagonya memilih. Aku mengulurkan tanganku, tersenyum sambil bertanya” Hai, aku Renjana, kamu?”
103.2K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as rongga
Read
+Library
RAVANGGHEA

RAVANGGHEA

’’ Dumel Pria dengan ciri khas Headphone yang selalu bertenger di lehernya. ‘’Lah? Lo ga tau si Celo kan berangkat bareng sama ciwi cantik.’’ Sahut Pria yang memiliki ciri khas memakai bandana merah, dengan rambut hitam lebat, tindik di telinga sebelah kiri, dan cincin di telunjuknya. ‘’Apa hubungan-nya malih???’’ ‘’Celo kan berangkat bareng cewek, otomatis dia juga ngantin duluan bareng tu cewek.’’ Balasan Random itu dibalas dengusan oleh Edwin.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as rongga
Read
+Library
The Horizon of Jiu

The Horizon of Jiu

“Ini adalah tempat duduk kesukaanku. Kau bisa melihat keseluruhan Danau Gang di sini. Kau juga tidak akan kepanasan karena dilindungi pohon rindang berusia ratusan tahun di belakang batu besar ini.” Shi Jiu mengangguk sambil melihat pohon tua di belakangnya. Tiba-tiba pemuda itu melompat, menuju ke belakang pohon besar mengambil sesuatu. Shi Jiu menunggu dengan tenang sambil merasakan terpaan angin sore yang lembut. Suara langkah Pan mengalihkan atensinya kembali hanya untuk melihat pemuda itu membawa sebuah alat musik. Shi Jiu mengerutkan kening, ini pertama kali ia melihat alat musik yang dipegang Pan. Namun ada perasaan tidak asing, seakan ia mengenali beda itu. “Ini namanya Banhu, alat m
102.4K viewsCompletedAdded to Library 50 Times as rongga
Read
+Library
Mandul

Mandul

"Apa kau yakin?" tanya Riri dengan alis yang berkerut. "Kau mau belanja atau tidak? Kenapa kau tidak yakin begitu?" tanya Ronald dengan kesal. "Bagaimana aku yakin? Kau! Kenapa kau tidak bekerja hari ini? Kenapa malah mau nemenin aku belanja?" Riri semakin dongkol. Lihatlah lelaki angkuh didepannya itu. Dengan kacamata hitam yang ia kenakan, lelaki itu terlihat begitu angkuh. Apa katanya tadi? Menemaninya belanja? Riri memutar kedua bola matanya kesal. Pasti mereka berdua akan menjadi pusat perhatian orang-orang.
105.1K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as rongga
Read
+Library
Mengejar Berondong

Mengejar Berondong

Tezza mengacuhkan mereka semua dan masuk ke dalam mall dengan langkah tegas dan tidak peduli. Pria itu masuk ke salah satu toko yang menjual alat musik. Ia meneliti satu per satu benda di sana. Pandangannya jatuh pada sebuah gitar akustik berwarna hitam. Gitar berjenis Elektrik Akustik itu berhasil membuat Tezza berjalan mendekatinya. Ia tidak begitu pandai bermain gitar, tapi gitar bisa membuatnya rileks. Memetik senar-senarnya saat malam hari sambil duduk di balkon apartemen cukup membuatnya tenang dan damai. Tezza meminta salah satu pegawai di sana untuk mencobanya dan setelah sepuluh menit dirasa baik, pria muda itu segera berjalan ke arah kasir untuk membayarnya.
1070.3K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as rongga
Read
+Library
RINTIK YANG MENGGENANG

RINTIK YANG MENGGENANG

``^^`` "Kita harus menculik jalang itu sebelum Ganesha membawanya pergi lagi dan kita akan semakin kehilangan jejak mereka seperti sebelumnya.." "Ahh...ahh...., Le..aann....." "Shit Celia...kau sangat sempit.." "Aaghh...aku keluar..." "Ganindira hanya milikku, dan sudah saatnya aku mengambil apa yang sudah menjadi milikku dan si brengsek Ganesha, aku serahkan padamu... (Suara decapan terdengar..) "Ronde kedua sayang.." Rekaman suara yang berasal dari ponsel milik Adam sudah tidak terdengar lagi.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as rongga
Read
+Library
JandA

JandA

Ddrrtt … ddrrtt … ddrrtt Getar ponsel milik Ansel yang berada di sisi kantong celana sebelah kanannya membuatnya terkejut dan langsung melepaskan rangkulan tangan Aline. Dengan cepat ia merogoh kantong celananya dan mengatur napasnya seperti sedia kala. "Hah, lagi-lagi si nenek lampir!" keluhnya melihat nama 'Mama' di layar ponselnya.
105.2K viewsOn holdAdded to Library 135 Times as rongga
Read
+Library
Anara

Anara

dituangnya gelas yang sudah kosong ditangannya dengan anggur, lalu meneguknya hingga setengah. “Tentu saja bisa! Bryan itu bukan manusia tiap binatang!” Jordan semakin senang melihat Anara kini mulai hilang kendali. Mendengar penuturan Jordan Anara menenggak anggur di tangannya dengan sekali tenggak, membuat Jordan tersenyum penuh kemenangan. Jordan pun kembali mengisi gelas Anara dengan anggur, kali ini sampai gelas itu penuh. Dan tanpa menunggu lama Anara kembali meneguk anggurnya hingga tandas.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 112 Times as rongga
Read
+Library
Ranjang yang Bukan Milikku

Ranjang yang Bukan Milikku

“Om Randy, lihat! Aku bisa oper bola pakai kaki sekarang!” “Wah, hebat sekali!” Randy menanggapi dengan antusias. “Ayo, coba oper ke Om. Kita lihat siapa yang bisa mencetak gol.” Raka dengan sigap meletakkan bola di tanah dan menendangnya dengan kaki kecilnya. Bola itu meluncur ke arah Randy, meskipun sedikit melenceng. Randy pura-pura kesulitan menangkap bola, membuat Raka tertawa terbahak-bahak.
98.6K viewsCompletedAdded to Library 214 Times as rongga
Read
+Library
Naik Ranjang

Naik Ranjang

Celana pun masih belum berganti dan baju Koko yang terpasang di tubuhku saat ini adalah milik Ayah. Aku menatap memperhatikan lekat kalung yang menjuntai dan berayun di tangan ini. Terutama pada bagian bandulnya yang berupa inisial huruf H. Hingga keningku bertaut setelah menyadari, ada percikan darah yang telah mengering di bandulnya ini.
9.8425.1K viewsCompletedAdded to Library 13.6K Times as rongga
Show Reviews (26)
Read
+Library
Zizizaq
Baca karya orang buat belajar, DNA ini karya yang keren! Baca juga karya Zizizaq. 1. Antara mencintai dan melupakan (tamat 2. Nikah Kontrak berbuah cinta (tamat 3. Wanita ketiga duda kaya (tamat 4. Siksaan dari tunangan kakakku
Tuti Khoiriah Hasibuan
ceritanya bagus tapi sayangnya ditengah2 cerita terlalu banyak cerita yg tidak seharusnya ditulis padahal banyak hikmah yang bisa diambil kesetiaan, kerja keras, keikhlasan dan banyak lagi pesan moralnya author law nulis adegan dikamar layagnya tidak harus sedetail itu juga,
Read All Reviews
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status