Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Turun Ranjang

Turun Ranjang

Bram tersenyum miring, lalu tangan kirinya menekan-nekan layar kecil di dekat kemudi. "My heart will go on, selalu jadi lagu kesukaanku," ujarnya setelah sesaat judul lagu yang ia sebut mengalun merdu. Anjel hanya mengangguk-angguk. "Aku lebih suka lagu korea," ucap Anjel merasa tak mau kalah. "Kenapa? karena oppa-oppa tampan?" tanya Bram yang terdengar seperti ledekan.
104.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai rongga
Baca
+Pustaka
Koma

Koma

Rimba berusaha menenangkan Gina. "Oh, ok sorry," sesal cewek dengan rambut panjang yang dibiarkan tergerai itu. "Lo emangnya gak tahu siapa si Oja?" "Namanya Seroja bukan Oja," protes Rimba. "Iya, itu tuh nama panggilanya." "Unik banget sih." "Jadi, lo beneran gak tahu si Oja?" Rimba hanya menggeleng sambil memasukan sesendok soto ke mulutnya.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai rongga
Baca
+Pustaka
Gantari

Gantari

Mataku beralih ke arah para penabuh gamelan. Lagi dan lagi aku terkejut melihat betapa mengerikannya wujud mereka sekarang. Ada yang perutnya tertancap belati, ada yang dahinya tampak berlubang dan dari lubang itu terus mengalirkan darah. Semua penabuh gamelan bak mayat hidup, tangan mereka bergerak tapi mereka mati.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 50 kali sebagai rongga
Baca
+Pustaka
The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

The Story of Jawata: Pusaka Ajaib

'Raojhin memiliki kultivasi sekuat ini. Gadis Merah tak menyangka. Merasa di ujung tanduk, cemas kalau-kalau pemuda itu segera bangkit dan menyerang lagi. Sementara kekuatannya belum pulih sesegera mungkin. Gadis Merah mengeluarkan sejenis Terompet Raungan. Suara terompet khusus, mengeluarkan bunyi-bunyian mirip raungan macan dan burung, berbaur jadi satu. Mengudara di keheningan malam.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai rongga
Baca
+Pustaka
Dewi Medis Kesayangan Kaisar

Dewi Medis Kesayangan Kaisar

tanya Yinlan merasa penasaran. “Aku akan bermain Qin.” Shangguan Zhi menjawab mantap. (Qin adalah alat musik tradisional tiongkok yang serupa kecapi, memiliki lima senar, Qin modern telah distabilkan dan memiliki tujuh senar) Yinlan mengamati ujung jemari Shangguan Zhi saat itu juga. Dia tersenyum, ‘Benar-benar seorang ahli musik.’ “Bagaimana denganmu?”
9.851.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai rongga
Baca
+Pustaka
PLAYBOY KENA BATUNYA

PLAYBOY KENA BATUNYA

Cia menahan lengannya dan memintanya diam. “Budek ya? Kalian semua akan mati di sini!” teriak salah satu kawanan Malik yang pendek dan bertubuh tambun, ia membawa Glock dan di pinggangnya terselip dua rungu—senjata khas Bangsa Masaai dari Afrika. Rungu biasanya terbuat dari kayu atau tanduk hewan dan berujung belati dengan ujung lain adalah bulatan. Sama bahayanya dengan ujung yang tajam. Cia menarik Lorna yang marah ke belakang tubuhnya dan menutupi dari lelaki bersenjata Glock dan Rungu. Si Masaai tertawa dengan muka jelek.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai rongga
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Rasa takut dan ngeri kembali menyerang saat joki meliak-liukan lanting menghindari batu-batu besar yang ada di sungai. Berbanding terbalik dengan nyaliku yang semakin menciut. Mas Adry semakin tertantang menikmati alat transportasi yang memacu adrenalin itu. Ia kemudian berdiri merentangkan kedua tangannya lalu berteriak. "I love you Deviiiiiiii!"
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai rongga
Baca
+Pustaka
Tangisku

Tangisku

Ku berteriak sekencang mungkin di tepi pantai. Sampai petang aku mencarinya sendiri di tepi pantai ya sekitar jam 7 malam aku tetap menangis tak berdaya dan akhirnya aku menelfon sahabatku. "Tolong jemput aku di pantai tadi aku nyari gelang yang hilang sampai jam segini belum ketemu" "Eh gelangnya warna apa?" "Warnanya merah maroon sedikit ungu" "Tadi aku nemuin di pinggir pantai terus aku bawa pulang"
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai rongga
Baca
+Pustaka
Janda Muda

Janda Muda

Gelas itu pecah dengan suara yang memekakan telinga. "KENAPA, BANG?!" "KENAPA ?!" Arinda kembali menjerit dengan tanganya yang menjambak kuat rambut panjangnya sendiri. Andi langsung berdiri dan memegangi kedua tangan Arinda, memeluknya dengan begitu erat, mencoba menenagkan adiknya itu. Maura yang baru saja selesai menunaikan sholat Ashar pun memekik kaget dengan suara benda pecah, juga dengan suara terikan Arinda yang begitu keras.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai rongga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status