Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpaksa Jadi Istri CEO Casanova

Terpaksa Jadi Istri CEO Casanova

gumamnya malas. Laksha, hanya mengenakan kaus putih longgar dan celana pendek, tak tampak terganggu oleh nada protes itu. Ia meniup permukaan kopinya, menyeruput perlahan, lalu menatap hasil masakannya sendiri dengan ekspresi polos. "Hei, ini bukan gosong. Ini namanya well-done," sahutnya santai. Amara mendengus pendek, lalu mengambil piring dan membawa roti itu ke meja makan. "Iya, well-done buat bikin orang kehilangan selera makan."
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Ku Balas Hinaan Mertua Dan Iparku Dengan Dolar

Ku Balas Hinaan Mertua Dan Iparku Dengan Dolar

Tari mencoba membuka lemari pendingin, ia berharap ada makanan yang bisa ia makan untuk mengganjal perutnya. “Alhamdulillah, ada roti.” Mata Fitri terlihat berbinar, ia menemukan roti seperti menemukan berlian yang ada di dalam lemari pendingin, dan tidak henti-hentinya ia mengucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT. Tidak menunggu waktu lama, wanita yang memiliki mata sayu itu segera memakan roti tersebut dengan lahap. Setelah merasa perutnya sudah kenyang, barulah Fitri memanggil Kiran.
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Karena Cinta, Tuan Penguasa tak Sanggup Menahan Gairah

Bukan sekadar sarapan biasa, tapi hidangan yang sederhana namun elegan, roti panggang mentega dengan telur mata sapi yang dimasak setengah matang, jus jeruk segar, serta potongan buah stroberi dan kiwi yang disusun cantik, serta secangkir kopi hitam untuk Rama. Di tengah kesibukannya di dapur, Cinta dikejutkan oleh lengan hangat yang melingkar dari belakang. Rama memeluknya erat, dagunya bertumpu di pundak Cinta, lalu mencium tengkuknya dengan lembut. "Aromanya lebih bikin lapar daripada menu hotel bintang lima," bisik Rama sambil tersenyum. Cinta hanya menggeleng sambil tersenyum malu. "Katanya mau pesan makanan saja?"
1037.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

Aku cuma kasih dukungan aja hehe Pak Raja Kaisar: Oh ya? Makanan apa? Alya Humaira: Roti. Namanya Roti Sehat, karena dibuat dari bahan-bahan yang sehat. Tanpa gula dan lemak, dan pastinya bermanfaat untuk tubuh. Jadi aman untuk yang diet, dan aman juga untuk penderita diabetes. Pak Raja Kaisar:
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
DIA AYAHKU

DIA AYAHKU

Menarik rambutnya dengan keras hingga dia kesakitan. "Kalau bicara di pikir-pikir dulu, Paman," gerutuku sambil melotot ke arahnya. "Sakit, Sarah. Aku kan hanya bertanya," dia semakin membela diri, tetap tanpa rasa berdosa. Sore ini Tante Retno membawakan kami roti Ganda khas Siantar. Sepertinya dia baru saja pulang dari sana. Aku menyeduh teh aroma vanila dan meletakkan oleh-oleh itu ke piring besar.
1026.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 945 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

KEBANGKITAN PENDEKAR RAJA IBLIS

jelas Jalal. Maryam istri Jalal menyiapkan beberapa roti pitta dan hummus, hidangan sederhana namun mengenyangkan. Kehidupan Jalal dan keluarganya terbilang cukup sulit, hingga mereka tak bisa menyiapkan apapun selain roti Pitta dan humus, humus adalah olahan dari kacang khas benua Timur yang dihaluskan kemudian dicampur dengan lentini, tahini, minyak zaitun, garam dan bahan lainnya. Melihat makanan yang tak pernah mereka lihat membuat Arash menoleh ke arah Fatta, Fatta hanya memberi kode untuk memakannya. Mereka harus menghormati Tuan rumah yang telah menyiapkan semua makanan.
1023.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 506 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Lamaran Tak Terduga

Lamaran Tak Terduga

Senyum tipis, dengan tatapan mata yang teduh tapi cukup untuk membuat beberapa orang di sekitar mereka membelalakkan mata. Elvira sendiri terdiam beberapa detik sebelum mengalihkan pandangannya, tiba-tiba merasa sedikit gelisah. "Kamu udah makan?" Tanya Elvira dan dibalas gelengan kepala oleh Leonard. "Kalau begitu rotinya dimakan, tehnya juga diminum. Nggak akan menyembuhkan demam kamu sih, tapi setidaknya bisa sedikit mengisi perut dan menghangatkan badan," katanya cepat, berusaha mengalihkan perhatiannya dari senyum Leonard yang entah kenapa sedikit mengganggunya.
834 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Tergoda Hasrat si Presdir Tampan

Tergoda Hasrat si Presdir Tampan

Roti duduk sambil sesekali tersenyum masam, semangat yang tadi begitu menggebu-gebu, sirna seketika setelah mendapatkan komentar buruk. “Apa kau akan menyerah?” Suci melihat wajah pria bertubuh sedikit kurus mendatangi dirinya. Pria itu adalah orang yang berkomentar bahwa Rotinya tidak akan disukai di lidah orang Indonesia.” Suci menggeleng, walau sebenarnya ia begitu ingin berhenti dan berada di rumah saja bersama dengan Asmara.
1018.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 523 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta Sang Juragan

Jerat Cinta Sang Juragan

Dengan santai Lee menarik kursi makan, mengambil dua lembar roti tawar yang sudah tersedia di meja, setelah bokongnya terhempas sempurna di sana. "Sarapan," ujar Lee menawari ketiga kawan baiknya, mengoles selai strawberry ke atas roti, teh hangat dia tuang ke gelas yang baru dibaliknya tadi. "Mau kemana?" tanya Jang setelah yakin suasana hati Lee sudah agak baikan dengan menawari mereka tadi. "Satu tempat," jawab Lee sambil menggigit roti, mengunyahnya pelan, lalu menelannya.
1034.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Cinta sang Asmara

Cinta sang Asmara

"Asmara, boleh aku tanya sesuatu?" Asmara yang baru saja akan melangkah memasuki pintu kaca sebuah restoran, seketika menghentikan langkahnya, menoleh ke belakang dan memasang raut penuh tanya kepada sang penanya, Sari. Tidak hanya dirinya, gerakan Sari juga turut menarik perhatian ketiga orang lainnya, Gania, Farhan serta Anton yang sudah lebih dulu membuka pintu. Masing-masing dari mereka memandang Sari penuh ingin tahu.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status