DIA AYAHKU
Menarik rambutnya dengan keras hingga dia kesakitan.
"Kalau bicara di pikir-pikir dulu, Paman," gerutuku sambil melotot ke arahnya.
"Sakit, Sarah. Aku kan hanya bertanya," dia semakin membela diri, tetap tanpa rasa berdosa.
Sore ini Tante Retno membawakan kami roti Ganda khas Siantar. Sepertinya dia baru saja pulang dari sana. Aku menyeduh teh aroma vanila dan meletakkan oleh-oleh itu ke piring besar.