Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dicampakkan Setelah Melahirkan

Dicampakkan Setelah Melahirkan

Salah satu roti yang digemari oleh the Great Duke minus Manggala itu roti Maryam atau Malabar Parotta, roti berbentuk pipih karena dibuat dengan cara diputar hingga tipis kemudian dilipat dan dipanggang dengan minyak. Mereka pun menikmati makan malam dengan khidmat dan penuh syukur. Usai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga. Ana dan Embun duduk di sofa sembari mengobrol ringan. Namun obrolan mereka terusik ketika sepupunya mulai mengambil tempat duduk di samping ibunya. “Minggir, Neng!” Beryl berkata pada Embun hingga membuat tubuh Embun bergeser. Embun berada di sebelah kiri Ana.
1036.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 841 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN

MENGEJAR CINTA TUKANG KAYU TAMPAN

Suaranya datar, tapi ada senyum samar di sudut bibir. Chatrine terkejut sejenak. Liam memegang sebuah keranjang rotan, di dalamnya tertata roti gandum buatan ibunya, potongan keju segar, selai stroberi rumahan, beberapa telur rebus, dan satu gelas kecil berisi susu hangat yang ditutup kain agar tidak tumpah. “Kau… membawakan ini untukku?” tanya Chatrine, nada suaranya terkejut sekaligus hangat.
1022.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai roti lamaran
Tampilkan Ulasan (31)
Baca
+Pustaka
Larose
Cerita yg menarik sempet mau berhenti begitu Evanka dan Evan masuk ke kehidupan Liam,tp di situlah Liam diuji yg ternyata berhasil tidak terpengaruh dgn kehadiran Evanka dan layak dpt kesempatan kedua dari si cantik Catherine
Vero Vero
cerita yang keren... berkelas dan elegan. cerita yang gak muter muter.. cerita yang mampu menghadirkan suasana dan tempat tempat yang beneran ada. karakter setiap individu digambarkan jelas tidak berubah ubah. tengkiu kak Jemy ............ aku tunggu karya hebat kak Jemy selanjutnya ya....
Baca Semua Ulasan
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

“Yey, bukannya minta didoain biar cepat dapat istri.” “Aamiin, doain lah. Lama-lama basi juga gue sendiri terus.” “Tapi masih aktif kan, Mas?” tanya Imam. “Somplak!” Radit menoyor kepala Imam. “Buatin coco melon, babana chese, sama sweet stroberry dong. Masing-masing tiga ya.” “Hadeh, bayar kan?” “Ini stand gue, Riani.” “Eh, iya, lupa.”
9.228.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 703 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Istri Pilihan Oma

Istri Pilihan Oma

Zahra tersenyum tipis, menunduk sambil merapikan roti di piring. “Baik… jika itu perintah—” tuan Arya langsung memotong, “Bukan perintah, Zahra… anggap saja… ajakan suami pada istrinya.”
921 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Jerat Mafia Tampan

Jerat Mafia Tampan

lanjut Keysha cepat-cepat, “aku cuma punya sisa uang dua puluh lima ribu… sisa beli nasi tadi. Aku belum ambil uang. Tapi semoga ini bisa bantu beli… apa kek… seplastik roti atau apapun.” Pria itu nyaris bertanya dalam hati: Memang uang segini bisa buat beli roti? roti apa? Tapi sebelum ia sempat bicara, Keysha sudah kabur menuju pintu dengan bisikan kecilnya. “DAH!! Aku pergi dulu! Jangan mati di sini, paham?!” Itu pesan terakhir Keysha sebelum pintu tertutup. Pria itu menatap uang di tangannya lagi.
10863 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Nasi Kotak

Nasi Kotak

sahut Vian–anak remaja yang baru lulus SMA. "Tapi kenapa sementara saja?" tanya sesebapak lainnya. "Yang saya dengar, ada pesanan bakmi dan tahu sangat banyak dari pengusaha–pemilik hotel sama restaurant." "Wah, nasib Pak Marno sama Bu Evi itu memang beruntung, ya. Beda sama kita, buat makan saja susah." "Bang, coba tawari mereka bakso! Nanti saya yang bayar semuanya," ucapku sambil menunjuk ke arah orang-orang di pos kamling.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 407 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Istri Bisu Kesayangan CEO Berandal

Istri Bisu Kesayangan CEO Berandal

Roti bakar yang di dalamnya diselipkan satu telur mata sapi, lalu irisan tomat, serta dua lembar sayur selada rebus. Perpaduan isi roti bakar ala Storm ini cukup aneh bagi Savanah. Tapi Savanah tidak pernah memrotesnya. Apalagi menurut Savanah, manu buatan Storm sangat lezat. Dia kembali terheran-heran pada Storm. Pria berandal seperti itu bisa membuat sarapan selezat ini? “Kau tersenyum dengan siapa?” tanya Storm tiba-tiba. Savanah yang terkejut langsung mengangkat wajahnya dan menatap Storm dengan raut mengelak.
1023.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 947 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Dibuang Mantan, Dimanjakan Sultan

Dibuang Mantan, Dimanjakan Sultan

tanyanya, dengan harapan pria itu segera membeli roti yang mana saja dan pergi tanpa berlama-lama lagi. Revan kembali menujukan fokus pada Marla. "Bisa tolong rekomendasikan roti yang paling lezat untuk saya, Marla?" "Baiklah, mau mencoba yang isiannya kacang cokelat ini? Salah satu roti terlaris yang ada di sini." Revan mengangguk, "boleh. Tersisa berapa itu? Akan saya beli semuanya." Marla nyaris menjatuhkan rahangnya. Ya, memang harga rotinya tidak seberapa dengan isi dompet Revan yang tebalnya minta ampun—mengingat pria itu telah menjadi bagian dari Wirajaya.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Rahasia Di Balik Lelaki Miskin Adalah Lelaki Kaya

Rahasia Di Balik Lelaki Miskin Adalah Lelaki Kaya

Jelas Gebriella pada Neta. "Dia bukan memakai cadar, tapi hanya menutup wajahnya agar tidak terkena' panasnya matahari. Enak sih rotinya, ada mereknya juga, hehehe..." Ucap Neta pada Gebriella seolah dia sudah pernah membeli roti ibu' itu sebelumnya. Roti R&V adalah merek Roti Ririn dan Vera. Roti itu bahkan sudah beredar di mana mana dan mempunyai 5 cabang di Kota Hunan.
8.8299.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.1K kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Sepanas Belaian Chef Jonathan

Sepanas Belaian Chef Jonathan

Roti bakar strawberry kacang buatan Jonathan memang paling enak. Jonathan tersenyum saat melihat wajah Kaluna kembali memerah dan menikmati setiap potongan roti yang ia buat. "Kamu makan bisa nggak belepotan nggak, sih?" tanya Jonathan sambil mengusap bibir bagian bawah Kaluna, membersihkan remah roti, setelahnya tangan Jonathan mengelus pinggul Kaluna.
10131.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.1K kali sebagai roti lamaran
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status