Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
HEAVY

HEAVY

Tara mulai mengancam, membuat Renata semakin mengeratkan pegangannya pada leher dan bahu Tara. "JANGAN!!! TOLONG AKU...." teriak Renata membuat beberapa orang melihat ke arah mereka. Renata memukul punggung Tara dengan keras, membuat pria itu terbatuk. "OHOK ... OHOK..." "Turunkan aku! Aku tidak membawa baju ganti bodoh!" "Baguslah, kau naked saja nanti saat pulang." "APA KAU BILANG? DASAR PRIA MESUM!"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai rough
Baca
+Pustaka
Complicated

Complicated

Jawab Wira tajam dan dingin. Harsa mendelik. "Bacot, gak usah sok tau lo. Dasar culas." Cercanya. Wira hanya tersenyum sinis nenanggapi tudingan itu, tak ingin ambil pusing dia pun kembali mengenakan helm dan menghidupkan mesin motornya lagi. Namun belum sempat Wira berlalu, Harsa sudah merengsak masuk lebih dulu, berjalan cepat dan menarik Wira turun dari atas motor.
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai rough
Baca
+Pustaka
Rasa

Rasa

/Drttt, drtttt Sebuah benda tipis berwarna rose gold itu bergetar. Getarannya menandakan ada panggilan masuk, dan harus segera diangkat. Kyra yang tengah asyik mengasuh dua adik sepupunya pun, segera berlari menuju sofa tempat handphone nya diletakkan. "Hallo? Assalamualaikum," ucap Kyra membuka percakapan dalam telepon itu.
104.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai rough
Baca
+Pustaka
Unknown

Unknown

Ada yang paling sempurna dari cinta yang sederhana. Aku Bimo, Bimo Prakoso. Orang jawa, juga besar di tanah jawa. Sudah cukup coretanku untuk hari ini. Sudah lelah dan rasanya ingin rebahan. Sudah lapar namun sedang tidak nafsu makan. Belakangan ini sedang ku sibukkan hariku dengan melamun sambil mencoret-coret ria dalam kertas putihku. Tak ada yang menggembirakan selain membiarkan kesibukkan baru ini menguasai ruangku. “Bim.. mau kemana?”tanya Radit tiba-tiba menepuk pundaku dari belakang.
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 83 kali sebagai rough
Baca
+Pustaka
Fake

Fake

Tentu saja walaupun kembar Laura dan Naura sangatlah berbeda, Naura menampilkan kesan feminism, anggun, halus, pintar dan penurut sedangkan Laura cenderung berantakan sering mengupat, tomboy dan lebih suka menggunakan celana robek-robek dibandingkan rok menampilkan kesan galak dan pemberontak serta sebuah tahi lalat yang begitu mencolok di dekat bibirnya menjadi satu pembeda diantara keduanya, sehingga setiap hari Laura harus memakai conclear untuk menutupi tahi lalatnya. “Loh Abi, kok bisa lewat sini?” Tatapan aneh Laura layangkan pada Abi, ini tidak wajar dia bisa bertemu dengan Abi di sini karena arah rumahnya dan lelaki itu tentu saja rutenya sangat berbeda dan jauh.
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai rough
Baca
+Pustaka
Remorse

Remorse

Nadya hanya mengangguk kecil menyetujui ucapannya. “Mana panas lagi,” Rutuk Mei menempelkan botol dingin itu kepipinya. “Jorok banget sih,” Fera merespon dengan tatapan jijik. “Apa mau?” Dengan tatapan tajam Mei mengacungkan minumannya yang kini tinggal setengah. “Seksi!” Kansa berujar kencang, kemudian menutup mulutnya yang tidak memiliki sopan santun itu.
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai rough
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status