Kalau mendengar 'Thola al Badru Alaina', yang langsung terlintas adalah nuansa syahdu dan spiritual. Lagu ini sebenarnya adalah nasyid klasik yang populer di kalangan umat Islam, sering dinyanyikan untuk menyambut bulan Ramadan atau acara-acara keagamaan. Liriknya berasal dari syair Arab yang menggambarkan kegembiraan masyarakat Madinah menyambut kedatangan Nabi Muhammad SAW setelah hijrah. Terjemahan kasar dalam Bahasa Indonesia kurang lebih: 'Purnama telah terbit atas kita, dari celah-celah lembah Tsaniyyatul Wada'. Kita patut bersyukur, ada seruan yang ditujukan kepada Allah.' Maknanya sangat dalam, menggambarkan penghormatan dan sukacita atas kedatangan sosok yang membawa cahaya petunjuk.
Dari pengalaman ikut komunitas kajian Islam, lagu ini sering dinyanyikan dengan iringan rebana, menciptakan atmosfer yang mengharukan. Uniknya, meski berasal dari abad ke-7, pesonanya tetap relevan hingga sekarang. Banyak cover modern yang memberi sentuhan orchestrasi, tapi versi tradisional dengan vokal jernih tetap yang paling membekas. Ini salah satu warisan budaya Islam yang indah, bukan sekadar lagu tapi juga simbol persatuan dan kerinduan akan figur teladan.