Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DUKUN 99

DUKUN 99

Itu saja. "Dek, apa benar ini rumahnya Mbah Tarso? Yang biasa dijuluki Dukun 99?" tanya si pria, masih dalam sikap menggandeng istrinya. "Iya benar. Ada perlu apa ya?" "Kami belum dikaruniai keturunan. Bolehkah kami masuk?" Aku menatap Bapak sekilas. Saat Bapak mengode menyetujui, aku lantas mempersilahkan mereka untuk masuk.
108.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 337 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
Istri Dipelet Dukun Bertindak

Istri Dipelet Dukun Bertindak

Aldo menarik nafas berat, bibit bibit pelit di hatinya kembali bermekaran, menimbulkan aroma busuk yang mulai terpancar dari raut wajahnya yang berubah muram. "Bagaimana?"sang dukun meminta persetujuan pada Aldo dengan kembali menyakinkan pria di hadapannya. " Mahal sekali, Mbah?" tanya Aldo kemudian. "Ya, ketimbang kamu harus membayar orang untuk mengurus rumah dan anak mu yang masih sekolah, mending uangnya kamu pakai untuk biaya berobat istrimu," sahut sang dukun santai.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

“Aduh, makin lama nggak ditinggali, makin banyak aja cerita aneh-aneh, ya. Yasudah, Ibu ke rumah dulu. Salam sama istrimu dan adik adiknya Dara.” Pantas saja rumah ini kemalingan, lampunya memang selalu mati dan tiap malam selalu dalam keadaan gelap gulita. Itu yang akhir-akhie ini dikeluhkan tetangga termasuk Bu Popon. Setelah pembicaraan selesai, kami langsung pulang ke rumah masing-masing. DIJUAL TANPA PERANTARA HUB 08123456789 Tulisan itu kini terpampang di rumah kakek. Aku sempat mengantar ayah menempelkan tulisan itu di beberapa sudut komplek rumah ini.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)

TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)

Kakek itu menoleh, matanya menyiratkan ketegasan yang tak bisa ditawar. “Masuklah, jangan takut,” suaranya serak namun berwibawa, memerintah tanpa ruang untuk protes. Keduanya masuk ke dalam gubuk yang remang-remang. Bau dupa dan ramuan herbal menusuk hidung, sementara rak-rak kayu penuh sesak dengan botol-botol kaca berisi cairan berwarna aneh dan tulang-tulang kecil yang tersusun rapi. Di sudut ruangan, alat-alat perdukunan—tanduk, keris kecil, dan kain-kain kusam—tergeletak berantakan, menciptakan suasana penuh misteri.
10639 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
Pewaris Pedang Sulur Naga

Pewaris Pedang Sulur Naga

Rumah dengan bangunan kokoh itu menyimpan rak-rak kayu berisikan tampah dan kotak-kotak kecil dari kayu untuk menyimpan aneka ramuan obat. Tidak ada yang istimewa di dalam ruangan itu. Dua lemari dari kayu jati berisi Lepih dan lontar catatan ramuan obat berada di sebelah kanan. Dia biasa duduk di kursi dekat lemari itu untuk membaca catatan. Nenek berkain kasar itu tidak mengajaknya duduk di sana. Namun, Nenek Bunga Seruni terus mengajaknya ke belakang. Di ruang belakang ada dapur khusus untuk meramu obat.
8.520.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 759 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
Babu Jadi Menantu

Babu Jadi Menantu

Lelaki tersebut, bahkan sudah membuka helemnya dan menatap Parmi penuh minat. "Mas, bilangin temannya. Di kamar utama, ada banyak patung dan boneka santet, jangan ada yang disentuh, nanti muntah darah," bisik Parmi dengan takut melihat sekilas wajah perampok tersebut yang berubah pucat. "Ck, ini rumah dokter apa dukun sih?" "Dua-duanya Mas, dukun santet itu pekerjaan utama, dokter aborsi yang kedua, pekerjaan sampingan, jual beli organ pistol lelaki. Tuh yang di selangkangan."
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 626 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
JERAT PESUGIHAN

JERAT PESUGIHAN

Kali ini Kukuh sengaja menyuruhku tidur di luar dan ia akan tidur menemani Bagas di dalam. Tentu saja aku mengizinkannya, apalagi kondisi Bagas yang masih belum pulih dan stabil. Menikmati keindahan bulan purnama di tepi pantai membuat aku begitu mengantuk. Pagi harinya Kukuh mengajakku ke Rumahh seorang dukun . Rumah dukun itu begitu unik karena terbuat kayu dengannatap jerami. Anehnya setibanya si kediaman sang dukun, Bagas terus memberontak dan ingin pergi dari tempat itu. Berkali-kali aku dan Kukuh berusaha menahannya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
PARANORMAL CANTIK

PARANORMAL CANTIK

Alena menjawab sambil berbisik. Alena berjalan mendahuli mereka semua menuju rumah si dukun, begitu mereka berada dekat rumah tersebut pintu rumah terbuka terbuka sendiri mereka melihat dukun itu sedang duduk di tengah ruangan seperti menunggu kedatangan mereka. "Silakan masuk dan tak usah sungkan," Dukun itu tiba-tiba berkata dengan suara besar. Pakaian si dukun itu memakai jubah hitam-hitam dengan ruangan yang dia pakai untuk praktek juga memakai warna hitam-hitam. Suasana itu menambah kesan mistik di tempat itu.
1036.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 829 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
Warisan Jimat Kutukan

Warisan Jimat Kutukan

Hingga beberapa keris yang terlihat begitu menyeramkan menghiasi dinding rumah dukun tersebut. Lutfhi dan Tini semakin kaget, saat bertemu mbah Prio. Seorang dukun dengan kumis serta jenggot yang panjang. Dia cukup di kenal di kampung. Sehingga tak heran nama mbah Prio selalu di sebut dalam hal perdukunan. Perawakan mbah Prio yang kecil, terkadang membuat banyak orang mengganti nama mbah Prio dengan sebutan dukun Kancil.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
Dokter Galak Itu Milikku

Dokter Galak Itu Milikku

Pak Damar berdiri di sampingnya sambil menunjuk salah satu cuplikan. "Dokter, orang ini sengaja menghindari kamera. Hampir semua jalurnya berada di titik buta." Leon memperhatikan rekaman itu tanpa berkedip. "Orang biasa tidak mungkin tahu letak seluruh kamera rumah sakit." "Itu juga dugaan kami." Leon menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Berarti dia pernah masuk ke rumah sakit ini." Pak Damar mengangguk pelan. "Atau... ada orang dalam yang memberinya informasi."
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai rumah dukun
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status