Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Di antara itu semua Jimatlah yang paling kusam, kusut, namun semangatnya menggebu-gebu. Lima belas menit dengan berjalan kaki akhirnya mereka sampai di pelataran rumah pak RT. Pintu rumah tampak terbuka lebar, sepertinya pak RT menunggu di dalam. Di halaman rumah luas itu tumbuh subur rumput-rumput yang terpotong rapi, sisi kanan-kiri dipenuhi dengan pohon ceri. “Ini rumahnya?” tanya Jimat.
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

PATUNG KUDA DI RUMAH MERTUA

★★★KARTIKA DEKA★★★ Bu Ipah, Iwan dan Kek Warno sudah berdiri di depan pintu gerbang, sebuah rumah megah meski bergaya klasik. Rumah itu tampak paling mencolok dibanding rumah-rumah lain di sekitarnya. Rumah itu terlihat lengang dengan aura mistis yang sangat kental. Tampak sebuah patung kuda berdiri gagah di depan rumah itu. Patung kuda berwarna coklat keemasan, dengan dua kaki depan terangkat ke atas.
1032.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
TETANGGA SEBELAH RUMAH

TETANGGA SEBELAH RUMAH

tanyanya lagi, bawel. "Makasih udah nolongin, saya mau pulang. Tuh, rumah saya." jawabku sambil menunjuk rumah bercat oren, dan masih pura-pura memegang lutut, yang sebenarnya nggak sakit. cuma cari perhatian aja, biar si 'suami idaman' ngerespon. Tapi nyatanya dia diem aja. Huh, kesel!
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Dia menatapku dengan kesal dan bertanya, "Kamu mau ke Yeras? Kenapa nggak kasih tahu aku? Aku sudah mengizinkanmu?" Aku menoleh dan menatapnya dengan tenang. Seketika, suasana menjadi menegang. Saat Boni terus mengomel, Christian mencoba mencairkan suasana dengan mengajak kami untuk mulai memanggang daging. Beberapa pria dengan cepat menyiapkan panggangan. Boni duduk di sampingku, wajahnya tampak sedikit gelisah. "Aku sudah bicara dengan Sofie. Setelah anaknya lulus SD, kepemilikan rumah itu akan dipindahkan kembali lagi."
13.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 541 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Jagat Kelana

Jagat Kelana

tanya Akshita dengan nada lembut dan sopan. Pria senja yang biasa dipanggil dengan sebutan Klutuk itu pun mengulas senyum manis sambil menggerling. Sikap pria ini membuat perasaan Akshita sedikit horor. Beberapa langkah akhirnya mereka sudah berdiri di depan sebuah rumah yang terlihat asri. Perlahan tubuh Jagat dibaringkan pada balai bambu. "Terima kasih, Pak!" ucap Akshita sambil menyodorkan beberapa keping perak.
1021.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 482 kali sebagai rumah lentera
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Ini adalah kisah petualangan Lin Chen hingga menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan para Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Dihamili Calon Tunangan, Dinikahi Pewaris Tunggal

Dihamili Calon Tunangan, Dinikahi Pewaris Tunggal

kata Andra kepada Liung. “No problem, no problem. Silakan duduk.” Liung kemudian memberikan katalog beberapa jenis rumah yang dia buat kepada Sagara. “Ini, ada empat lagi yang belum terjual. Semuanya memiliki delapan kamar, enam kamar mandi, satu dapur, satu ruang tengah, satu ruang keluarga. Ada halaman kosong di depan dan belakang seluas masing-masing hampir dua ratus meter.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Rumah Angker Warisan Bapak

Rumah Angker Warisan Bapak

ucapnya, "kita ikuti jalan ini lurus, nanti kalau kau mendapati rumah paling mewah di antara deretan rumah lainnya, berarti itu rumahnya." Ucapan Hendra membuat Rasya kembali melajukan mobilnya. Sampai akhirnya mereka tiba di rumah yang dimaksud. Sebuah rumah berdiri megah di sudut perumahan, dikelilingi pagar besi hitam yang menjulang dengan hiasan ukiran mewah. Halamannya luas, dihiasi taman terawat dengan air mancur kecil di tengahnya. Cat dinding krem keemasan memancarkan kesan elegan, berpadu dengan jendela besar berbingkai kayu cokelat gelap, menandakan kemewahan yang mencolok. "Sepertinya ini benar rumahnya. Hanya rumah Dewi yang memiliki air mancur." Hendra membuka pintu bersiap turu
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Lentera Terakhir

Lentera Terakhir

Termasuk Delia yang kini menatap Deryn, andai saja mereka tidak menuruti amukan mertua untuk berbulan madu, maka tidak akan berada di dalam kereta dan mencemaskan diri. “Tetap di rumah pun kau akan mati Pak,” ucap suaminya tiba-tiba. “Karena bahan makanan tidak tumbuh dari langit. Kelamaan kau akan kelaparan,” lanjut Tio di kursi belakang. “Tapi, setidaknya di rumah ada beras. Bisa menanak nasi,” ucap Nino tidak sependapat. “Apalagi aku bertani juga, punya padi.”
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Rumah Risa

Rumah Risa

Tawaran ini datang pada saat yang sangat tepat setelah kehilangan pekerjaan di kota dan menghadapi kesulitan finansial yang mendalam. Surat tersebut berisi detail pekerjaan yang tampak seperti janji untuk stabilitas. Rumah yang dimaksud, yang disebut “Rumah Keluarga Wijaya,” terletak di tepi kota yang jauh dari keramaian. Laras, meskipun sedikit merasa cemas, melihat ini sebagai kesempatan yang tak bisa dilewatkan. Dia meneguk secangkir teh hangat sambil memikirkan apa yang akan terjadi jika dia menerima tawaran ini.
10963 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Rumah Kakek

Rumah Kakek

tutur pak Darman yang menyapa kami sesaat akan meninggalkan rumah. Ia adalah tetangga yang rumahnya tepat bersebelahan dengan rumah kakek. Kedua rumah ini sama-sama di posisi yang menghadap ke jalan besar atau jalan utama. Jika dibayangkan, dua bangunan ini berada di persimpangan jalan yang berbentuk letter L. Kebanyakan orang menyebut rumah kakek dan pak Darman adalah rumah tusuk sate.
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status