Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Obsesi Gila Suami Sahabatku

Obsesi Gila Suami Sahabatku

Letta menutup ventilasi, kemudian menghidupkan penyejukan ruangan untuk mestrelirkan udara. “Semudah itu?” Nathan tertegun sambil mendekatinya. “Iya. Ini kan rumahmu. Kamu mendesainnya seperti ini,” sahut Letta. Nathan masih tertegun. Rumah yang ia tinggali adalah buatan perusahaannya yang sangat detail. Sayangnya, dia tidak ingat kalau rumahnya punya mode seperti itu. “Aku tidak ingat rumahku dirancang sampai seperti itu,” ucap Nathan.
1044.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 930 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Tuan Konglomerat, Kali ini Aku akan jadi istrimu

Tuan Konglomerat, Kali ini Aku akan jadi istrimu

Nia langsung memberikan ponselnya pada Leni. Leni langsung merekam suaranya. “Rangga, kami sudah menemukan rumah yang diinginkan oleh istrimu. Rumah itu senilai tujuh koma lima miliar. Kirimkan, tambahan uangnya secepatnya atau kau datanglah ke Surabaya agar dapat memilih rumah yang sesuai dengan keinginan kalian berdua,” ucap Leni lalu mengirim pesan tersebut.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Cinta di Rumah Bordil

Cinta di Rumah Bordil

Mengamati setiap sudut rumah mewah tersebut. Rumah mewah dengan gaya kontemporer itu membuat Viola tertarik. Halamannya luas, di tengah halaman ada kolam kecil berisi ikan hias. Sedangkan di halaman belakang rumah terdapat kolam renang. Steven mengajak Viola untuk masuk ke dalam rumah. "Rumahmu sangat indah." Viola melihat ke sekelilingnya. "Ini hanya rumah biasa." Steven merendah.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 28 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Satu Juta Semalam

Satu Juta Semalam

Lea menyuguhkan secangkir kopi untuk Ardian. "Ini rumah mu?" Tanya Ardian sembari mencicipi kopi buatan sang istri. "Iya" "Ini layak di sebut rumah?" "Ini desa, jadi rata rata rumahnya gini" Jelas Lea. Ardian mengangguk faham, mungkin dia saja yang di besarkan di kalangan orang kaya sehingga kurang begitu tahu keadaan desa. "Aku masih mau nitipin kunci ke pak RT, sekalian laporan kamu, ayo ikut?" Tawar Lea.
731 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
LANTING BRUGA

LANTING BRUGA

Mencari keberadaan rumah Sesepuh Kindra juga tidak terlalu sulit, karena memang Kindra menjadi penjaga bagi desanya sendiri. Lanting Beruga berhenti pada sebuah rumah gedongan, paling besar dibandingkan rumah-rumah yang lain. Ada halaman luas di depan rumah itu, tapi tampaknya tidak ada tukang kebun yang menata bunga-bunga di sana. Rumah itu dikelilingi dengan tembok setengah badan, tidak terlalu tinggi memang, tapi tidak ada yang berani masuk ke dalam rumah itu, kecuali bagi mereka yang berkepentingan.
9.33.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126.9K kali sebagai rumah lentera
Tampilkan Ulasan (1034)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Izin promosi Thor… Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Baca Semua Ulasan
Rumah Teh Ala Miranda

Rumah Teh Ala Miranda

Dan juga kenapa dia bisa tau rumah Miranda ada dimana? "Memangnya anda tau rumah saya ada dimana?" dia terdiam sebentar dan menjawab, " Wilayah Green Fall, kira-kira dari tempat ini ke rumahmu sekitar 500 meter. Rumahmu bercat coklat kayu dan pagar kayu yang setengah, serta dekorasi lampu rusa, bukan?" Miranda berjalan mundur 3 langkah. Kenapa dia bisa tau?!
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 95 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
C E O Dingin itu Mantan - Ku

C E O Dingin itu Mantan - Ku

Terlihat pada bagian depan perumahan tersebut sebuah gapura dengan nama perumahan ‘Prima Griya Lestari. “Rey.., udah benar ini jalannya?” tanya Teja saat mereka baru masuk pada sebuah lingkungan perumahan padat. “Iya.. udah benar. Dulu sih nggak seperti ini. Coba aku ingat-ingat lagi nama jalan ke rumah Meytha,” ucap Reynaldi. “Rey.., Rey.., Masa pacaran selama 5 tahun lebih bisa lupa nama jalan rumahnya. Memang kamu nggak pernah malam mingguan di rumahnya?” tanya Arta tersenyum lebar.
9.526.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Rumah yang Semu

Rumah yang Semu

Kompleks perumahan yang setahu Diana cukup elit di Semarang. Diana berhenti di depan rumah dengan pagar hitam yang menjulang tinggi. “Mba Novia, aku udah di depan rumah Bukitsari Raya IV Nomor 56 ya” Diana menelepon dari dalam mobil. “Masuk dulu ya Di, Mama belum selesai. Bentar aku bukain pintu” jawab Mba Novia dari ujung telephone. Ketika Diana melewati pagar, tak henti Diana kagum dengan rumah dua lantai bercat putih dengan pilar – pilar di depannya. ‘Ini mah istana, bukan rumah’ gumamnya.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Menjadi Ibu Sambung untuk Anak Presdir

Menjadi Ibu Sambung untuk Anak Presdir

Edgar duduk termenung di kursi tamu bersama Amy. Aurel menatap sekeliling rumah itu dengan rasa tidak percaya. Dulu, ia hidup di rumah megah Kenneth Residence—berlantai marmer, berlampu kristal, penuh kemewahan. Kini, semuanya hilang karena satu nama, Irenne. "Irenne!!" pekik hatinya. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat. "Perempuan itu sudah menghancurkan segalanya ..."
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Nomor 13

Misteri Rumah Nomor 13

Sepertinya sang pemilik pandai merawatnya. Baim mencengkeram lengan Aldi, pemuda itu semakin bergetar kala melihat angka pada nomer rumah itu. Namun, bibirnya masih bungkam. Beberapa teman yang lain melihat bangunan itu dengan decak kagum. Bahkan diantara mereka ada yang sudah tidak tahan ingin segera masuk untuk melihat isi daro rumah yang terlihat kokoh dari luar. "Ayo segera kita masuk rumah itu, Al. Lihatlah air sudah mulai turun dari langit, sementara pos 2 masih 500 meter lagi di depan!" ajak Andin.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai rumah lentera
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status