Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Rayuan Maut Para Tetanggaku

Rayuan Maut Para Tetanggaku

Kami pindah ke latihan kicking (tendangan). “Sekarang Front Kick! Tendang lurus ke depan! Lagi! Lepaskan kekakuan di pinggulmu!” Saat dia melakukan tendangan, aku melihatnya meringis sedikit dan memegang pergelangan tangannya. “Tunggu, Sab. Ada apa?” tanyaku, menghentikan musik. Sabrina menghela napas, berusaha terlihat kuat. “Enggak apa-apa, Kak. Cuma… pergelangan tanganku sedikit nyeri.”
1080.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai sabr
Baca
+Pustaka
Bukan Jendral Tapi Pangeran

Bukan Jendral Tapi Pangeran

bisik Sabir sambil melirik kakaknya yang masih terdiam. “Aku akan berangkat ke selatan, tapi buat kamuflase seolah aku ke pulau utara. Katakan saja aku ke kerajaan sahabat mencari obat penawar,” Ibram menatap Abram yang menghentikan langkahnya dengan tatapan penuh tanya. “Untuk?” Sabir memutuskan tatapan kakak beradik itu.
108.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 276 kali sebagai sabr
Baca
+Pustaka
SABDA CINTA

SABDA CINTA

pamit Sabda. "Hemmm," kata Cinta datar. Sebelum Sabda benar-benar pergi, pria itu memandang Cinta cukup lama. Entah apa yang pria itu pikirkan, akan tetapi senyum tipis tiba-tiba terbit dari bibirnya. "Cinta, 831," ujar Sabda. Setelah mengatakan itu, pria itu melangkah menjauh dari Cinta tanpa menoleh sedikitpun. Meninggalkan wanita itu yang tengah menganga dibuatnya.
85.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai sabr
Baca
+Pustaka
Sadena

Sadena

Menyebabkan cowok itu jatuh tersungkur. "Lo nyakitin Melvin, Na," ujar Akbar yang satu tim dengan cowok itu. Menghampiri lalu membantu Melvin berdiri. "Sorry." Ekspresi Sadena datar bahkan setelah melakukan kesalahan. Moodnya sangat hancur. "Biarin, Bar. Kayaknya dia lagi kesel, ada masalah sama ceweknya," cegat Melvin menahan akbar meski kepalanya masih terasa nyut-nyutan.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai sabr
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

Lalu Sebastian pamit setelah menaruh lima lembar uang merah di atas meja. Vitaloka menatap punggung atletis Sebastian yang menjauh hingga keluar dari kafe. Membuka layar gawai, menatap foto yang tadi dia kirim. Entah mengapa gaya rambut dan warna rambut perempuan itu sangat mirip dengan orang yang selalu memberi kata-kata semangat dan ucapan berupa godaan untuknya serta Sebastian. "Kenapa aku merasa perempuan ini mirip dengan Nesya adikku?"
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai sabr
Baca
+Pustaka
KARMA

KARMA

lirihnya penuh penyesalan. "Sabar Tami, bahkan aku pun pernah mengalaminya. Sampai aku gila di dalam penjara." "Tapi kamu memiliki anak yang begitu menyayangimu. Dan keluarga yang mensuportmu. Sementara aku? Dalam keadaan seperti ini, tidak satupun saudaraku memberi dukungan. Meskipun hanya dukungan moral," keluh Tami. "Sabar, Ma. Masih ada Rahma. Rahma pasti bakal sering temuin Mama. Mama kuat Mama bisa," ujar Rahma.
9.7204.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.5K kali sebagai sabr
Tampilkan Ulasan (33)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Baca Semua Ulasan
SPERANZA

SPERANZA

sambung Caiden. Yasa hanya mampu diam dan menatap Caiden. Semua yang dikatakan Caiden benar. Speranza bukan gadis yang sabar, dia sangat mudah marah. "Benarkah?" hanya kata itu yang mampu Yasa keluarkan. Caiden mengangguk masih dengan senyum manisnya.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 52 kali sebagai sabr
Baca
+Pustaka
SALQUEEN

SALQUEEN

Sahira menjeda ucapannya membuat mereka yang berada di sana penasaran. "Isinya tuuuuuu-" "Jadi isinyaaa apa?" Arabella atau yang biasa di panghil Arbel berdecak. "Apa sih isinya, buat penasaran aja terus," ucap Arabella membuat Sahira menyengir. "Jadi tu isi kertas yang Gerlan kasi tu dia bilang gini ‘nama aku Gerlan’," ucap Sahira membuat kawan kawannya melotot tak percaya terutama Arabella.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 323 kali sebagai sabr
Baca
+Pustaka
MAWAR

MAWAR

Melihat Fabio di beri pukulan kuat tepat di wajah pria itu, Mawar menjerit kaget. Nico memberikan kode pada pengawalnya untuk melepaskan Fabio, dia ingin berduel dengan lelaki yang selama ini telah dia incar nyawanya itu. Bugh! Bugh! Bugh! Bugh! Nico dan Fabio beradu tenaga, mereka sama-sama memberikan pukulan pada satu sama lain, tapi pukulan Fabio selalu meleset karena Nico bukan tandingannya sama sekali, dari ukuran tubuh saja jelas Nico memiliki tubuh yang lebih tinggi dan badan yang lebih kekar terlihat sangat gagah dan sempurna.
105.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 188 kali sebagai sabr
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status