Dendam Dan Pengkhianatan
“Semogaaaa kematian akan segeraa menjemputmuuuu!!!
Perempuan itu menatap dengan tawa dan gumaman dalam hati mengumpat dan menyumpah.
“Ti-tidaaak, tidak apa-apa,
“Ju-juragaaan Brammm, atau hmmmm....???”
Juragan Bram benar-benar terhipnotis akan kecantikan sosok Gledis yang kini duduk dengan begitu seksi dan juga bergairah, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang begitu indah dan tentu saja akan menggoda setiap laki-laki yang kini ada di kampung itu.
“Yaaa, hmm itu maksudkuuu...”
Gledis tersenyum manis, memperlihatkan senyum menggoda itu di hadapan sang juragan Bram.