PILIH KASIH (Membungkam Mertua dan Ipar secara Elegan)
kata Rosa lagi.
"Hah, Syukuri? Apa yang harus kami syukuri?" tanyaku dengan nada bingung. "Lagi pula, seseorang seperti Mas Aji? Memangnya ada apa dengan Mas Aji?!" tanyaku dengan nada ketus.
"Wah, kamu nggak bisa lihat? Oh, ya, jelas kamu nggak bisa lihat, kalian itu kan setara!" Rosa mengibaskan rambutnya. "Aji itu adalah orang desa orang yang tidak punya pendidikan. Lah, ketika Adikku ini mau sama dia, seharusnya dia itu bersyukur, bukannya malah sok jual mahal seperti ini!" kata Rosa lagi.